Jenazah Pekerja Migran Ini Dimakamkan Sesuai Protap Covid-19, Kenapa?

oleh -

Banyuwangi, Arahjatim.com – Di tengah pandemi Covid-19, proses pemulangan jenazah seorang PMI (Pekerja Migran Indonesia) atau dulu dikenal dengan TKI (Tenaga Kerja Indonesia) dari Yunani ini dilakukan sesuai prosedur operasional (SOP) penanganan jenazah Covid-19. Begitu pula saat pemakamannya, di Dusun Sumberkepuh, Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. Padahal yang bersangkutan meninggal akibat sakit komplikasi, bukan pasien positif Covid-19.

Petugas ambulans dan warga yang memakamkan juga diwajibkan mengenakan pakaian APD saat memakamkan jenazah. Meski beberapa warga yang ikut membantu mengangkat peti jenazah hanya menggunakan pakaian APD seadanya dari jas hujan dan kacamata renang sebagai pelindung mata.

Hal ini dilakukan untuk menghindari penularan virus Covid-19 yang dimungkinkan bisa terjadi lantaran pada saat proses pemulangan dari Yunani, jenazah sudah singgah di beberapa tempat berbeda. Dalam proses pemulangan jenazah, peti juga tidak boleh diturunkan ke rumah duka, melainkan langsung dipindahkan ke mobil ambulans milik desa untuk diantar ke tempat pemakaman.

Baca juga:

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Widji Lestariono, sebagai langkah pencegahan Covid-19, proses penyalatan jenazah juga dilakukan di dalam mobil ambulans oleh petugas dan warga yang menggunakan pakaian hazmat.

Pemakaman mendapat perhatian warga lantaran dimakamkan sesuai protap penanganan jenazah Covid-19. Secara umum proses pemakaman berlangsung lancar, tidak ada penolakan dari warga.

“Rabu pagi ada jenazah TKI (PMI, red) dari Yunani dipulangkan ke Banyuwangi. Pemakaman berjalan lancar. Mulai proses pemulangam, pemakaman sesuai dengan protap Covid-19. Petugas dan warga tetap harus menggunakan APD saat mengangkat peti jenazah. Jenazahnya juga tidak boleh diturunkan maupun dibuka oleh keluarga untuk antisipasi,” kata dr Rio sapaan akrabnya, Kamis siang di Posko Covid l-19 Banyuwangi.

Dikabarkan, seorang pekerja migran berjenis kelamin perempuan, berinisial SP (50) asal Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo meninggal dunia di Yunani, setelah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit setempat selama tiga minggu.

Pemulangan jenazah sempat terkendala biaya perawatan medis. Namun, berkat swadaya PMI Banyuwangi dan WNI di Yunani, jenazah korban akhirnya bisa dipulangkan ke tanah air. (ful)