Jubir Penanganan Covid 19: Proses Pemakaman Pasien Covid 19 Minimal Harus 6 Petugas

oleh -

Banyuwangi, Arahjatim.com – Pemakaman pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia asal Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, pada hari Kamis lalu disayangkan oleh banyak pihak. Terlebih saat proses pemulangan hingga pemakaman, hanya ada dua petugas medis berpakaian hazmat yang mengurus jenazah.

Karena kurangnya petugas, membuat dua petugas tersebut tampak kesulitan saat mengangkat peti jenazah. Melihat kondisi tersebut, sejumlah warga dengan sangat terpaksa ikut terlibat dalam proses pemakaman meski tanpa menggunakan pakaian hazmat.

Mirisnya, sehari setelah pasien dimakamkan, hasil uji swab dari Balitbangkes Kementerian Kesehatan ternyata pasien PDP berusia 66 tahun tersebut dinyatakan positif terjangkit covid-19.

Sebagai langkah antisipasi, pihak Dinas Kesehatan Banyuwangi langsung melakukan pendataan terhadap semua warga yang terlibat dalam proses pemakaman maupun keluarga yang kontak langsung dengan pasien saat pasien masih hidup.

Baca juga:

Untuk memastikan apakah orang-orang yang sebelumnya kontak langsung dengan pasien, tertular Covid-19 atau tidak, petugas langsung melakukan rapid test terhadap 30 orang terdekatnya.

“Iya, jadi kemarin itu kan pengalaman pertama. Memang sebaiknya (pemakaman) harus dilakukan lebih dari dua orang. Oleh sebab itu, ini akan menjadi bahan evaluasi kami. Ke depan akan kita lakukan dengan SOP yang ada, yaitu 6 orang petugas berpakaian hazmat lengkap. Pak Bupati juga menyampaikan mereka (petugas jenazah) nanti akan ada insentifnya sendiri,” kata dr Widji Lestariono, juru bicara Penanganan Covid 19 Banyuwangi.

Selain pasien asal Kecamatan Genteng, satu lagi warga asal Kecamatan Cluring, juga dinyatakan positif corona setelah hasil swab Balitbangkes Kemenkes keluar. Sebelumnya pasien yang hanya berstatus PDP tanpa gejala ini hanya menjalani isolasi secara mandiri di rumahnya lantaran kondisinya sehat.

Setelah dinyatakan positif, pasien langsung dijemput dan diisolasi di RSUD Blambangan oleh petugas. Sebagai langkah pencegahan, petugas juga langsung melakukan rapid test kepada 21 orang yang kontak langsung dengan pasien asal Kecamatan Cluring.

“Total hari ini ada 51 orang yang kita rapid test, 30 orang dari orang terdekat pasien asal Kecamatan Genteng. 21 orang lainnya orang terdekat dari pasien asal Kecamatan Cluring. Saat ini pasien asal Cluring sudah kami isolasi di RSUD Blambangan, Alhamdulillah kondisinya sehat,” tambah dr Rio.

Seperti diketahui, data ter-update khusus wilayah Banyuwangi hingga tanggal 11 April 2020 sudah ada tiga warga yang dinyatakan positif corona. Dengan rincian satu pasien sembuh, satu pasien telah meninggal dunia dan sisanya masih menjalani masa isolasi di rumah sakit.

Untuk pasien positif asal Kecamatan Cluring yang kini telah menjalani masa isolasi di rumah sakit adalah pasien yang berasal dari kluster pelatihan petugas haji di Surabaya pada pertengahan Maret lalu. (ful)