Hanya Gunakan Masker, Warga Bantu Angkat Peti Jenazah PDP Tanpa APD

oleh -

Banyuwangi, ArahJatim.com – Satu pasien dalam pengawasan (PDP) yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Genteng, Banyuwangi, meninggal dunia pada Kamis (8/4/2020). Meski statusnya belum dinyatakan positif corona, namun dalam proses pemulangan hingga pemakaman jenazah pasien berusia 66 tahun ini tetap dilakukan sesuai prosedur penanganan pasien covid-19.

Sayangnya, saat peti jenazah diturunkan dari ambulans di sekitar rumah duka, hanya ada dua petugas medis berpakaian hazmat yang mengangkat peti jenazah. Alhasil, dua petugas tampak kesulitan, lantaran beratnya beban peti jenazah.

Melihat kondisi tersebut, beberapa warga sekitar langsung memberanikan diri ikut mengangkat jenazah hingga proses pemakaman, meski hanya menggunakan alat pelindung berupa masker. Padahal sesuai SOP penanganan pasien covid-19, proses pemakaman harus dilakukan oleh petugas medis dengan berpakaian APD lengkap.

“Waduh enggak kuat itu kalau hanya dua orang, kurang itu petugasnya,” kata salah satu warga yang menyaksikan proses pemulangan jenazah dari kejahuan.

Baca juga:

Secara umum proses pemakaman jenazah pasien PDP ini berlangsung aman dan tertib. Keluarga maupun warga sekitar lokasi mengikuti arahan petugas untuk tidak mendekat ke jenazah.

Warga menyaksikan pemulangan jenazah dari kejauhan dan juga mengenakan masker. Sedangkan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, proses salat jenazah yang lazim dilakukan, juga terpaksa ditiadakan oleh warga dan menggantinya dengan salat gaib.

“Tidak ada salat jenazah, tapi diganti dengan salat gaib ini sebagai langkah antisipasi kami untuk melindungi warga. Terkait pemakaman ini, meski almarhum bukanlah pasien positif corona, tapi kami telah koordinasi dengan pihak kesehatan agar terus melakukan pemantauan kepada semua yang terlibat pada pemakaman. Yang saya ketahui almarhum ini sakit biasa, sebelumnya dia juga punya riwayat penyakit diabetes,” kata Sukamto, Kades Kembiritan.

Sebelum dinyatakan PDP, pasien ini memiliki riwayat perjalanan ke Jember dan Lumajang. Setiba di Banyuwangi pasien mengeluhkan sakit flu, demam dan langsung diopname sejak 1 April lalu.

Dari hasil rapid test menunjukkan pasien reaktif. Sedangkan untuk uji swab di Surabaya, hingga pasien meninggal hasilnya masih belum diketahui, apakah positif covid-19 atau tidak.

“Untuk hasil swab dari Surabaya memang belum keluar,” ungkap dr Widji Lestariono, Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banyuwangi.

Sementara itu, terkait meninggalnya pasien PDP warga diminta untuk tidak berlebihan dalam menyikapi pemakaman pasien PDP ataupun pasien positif corona sekali pun. Dinas Kesehatan Banyuwangi meyakinkan bahwa virus corona tidak mudah ditularkan melalui udara, kecuali lewat droplet atau percikan air liur.

“Virus ini  juga bisa dengan cepat mati jika pasien meninggal sudah dimakamkan ke dalam tanah,” tegas dr Rio, sapaan akrabnya. (ful)