Ops Pekat Semeru 2021, Polres Sampang Ungkap 33 Kasus dan Amankan 38 Tersangka

oleh -
Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz dan jajarannya saat menyampaikan hasil Operasi Pekat Semeru 2021, di Mapolres Sampang, Rabu (7/4/2021). (Foto: arahjatim.com/mal)

Sampang, ArahJatim.com – Jelang bulan suci Ramadan, Kepolisian Resort (Polres) Sampang menggelar rilis pengungkapan kasus hasil Operasi Pekat Semeru 2021, di Mapolres Sampang. Ops Pekat Semeru 2021 digelar di wilayah hukum Polres Sampang antara tanggal 22 Maret hingga 2 April 2021. Dari hasil operasi tersebut petugas kepolisian berhasil mengungkap 33 kasus tindak pidana dan mengamankan 38 tersangka.

Kepada sejumlah awak media, Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz saat rilis di Mapolres Sampang merinci 33 kasus tersebut yang terbagi dalam tindak pidana umum dan tindak pidana khusus dengan jumlah 38 tersangka

“Tindak pidana umum ada 14 kasus dengan rincian kasus sajam (senjata tajam) 10 kasus. Judi tiga kasus, curas satu kasus dengan jumlah tersangka 14 orang. Sedangkan tindak pidana khusus yakni narkoba 14 kasus dengan jumlah tersangka 19 orang dengan barang bukti sabu seluruhnya seberat 18,4 gram,” rinci Abdul Hafidz, Rabu (7/4/2021).

Untuk lokasi kejadian, lanjut Kapolres, tindak pidana terjadi dan tersebar di 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Sampang.

“Namun untuk tersangka tindak pidana narkoba ada yang dari Pamekasan, dan dua orang dari wilayah Surabaya ,” terangnya.

Baca juga:

Kapolres menegaskan jajaran kepolisian Polres Sampang akan terus menjaga kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) di seluruh wilayah Kabupaten Sampang.

KBO Reskrim Polres Sampang Syafriwanto menambahkan, masing-masing tersangka akan dikenai pasal sesuai perbuatannya.

“Untuk tersangka kasus sajam disangkakan Pasal 335 dan Pasal 406 KUHP. Tersangka kasus perjudian disangkakan Pasal 303 KUHP. Dan tersangka kasus curas disangkakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan,” katanya saat Rilis.

Sementara, untuk kasus tindak pidana narkoba, Kasat Narkoba Polres Sampang AKP Harjanto Mukti mengatakan, para tersangka disangkakan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Adapun pasalnya antara lain Pasal 112, Pasal 114 dan pasal 127 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun,” pungkasnya. (mal)