Tulungagung, Arahjatim.com – Ternyata paska mutasi besar besaran di Bulan Mei 2022, ada bebrapa catatan menarik yang didapatkan arahjatim.com.
Salah satunya adalah kekecewaan seseorang dengan inisial ( SN, 57 th) yang pernah dimintai menjadi mediator salah satu ASN untuk sebuah kedudukan. ASN itu ingin kedudukan dan pangkatnya menjadi Kepala Dinas. Tetapi pada saat acara resmi yang digelar dipendopo Kabupaten Tulungagung, dengan acara tunggal Pelantikan dan Mutasi yang dipimpin langsung Bupati Tulungagung, nama ASN FC hanya mendapat kedudukan sebagai Sekretaris Dinas Infokom, bukan sebagai Kepala Dinas.
Karena pernah menjadi Konsultan FC untuk meraih jabatan, SN menagih komitmen kepada Sekdin baru dengan Asumsi apa yang dilakukan SN juga mendukung hasil akhir kedudukan dan posisi tersebut. Komitmen yang dimaksud adalah sejumlah nominal, yang semula diperkirakan 300 juta, akhirnya turun menjadi 250 an juta rupiah, yang itu menurut SN juga ada kaitannya dengan orang ” pusat “
Karena terus meminta komitmen, FC yang sebelumnya bekerja di lingkup RSUD dr Iskak Tulungagung, mengaku tidak sanggup. Hal yang lebih menguatkan lagi, FC mengaku tidak bisa memberi kompensasi, karena pihaknya mengaku, keberhasilan FC menjadi sekdin itu hasil diusahakan tiga pejabat utama, masing masing, sekda, Kepala BKD, dan Salah seorang pimpinan Bank Daerah. Untuk meyakinkan lagi, FC diminta agar memberi kontribusi kepada yang mengusahakan, atas petunjuk pimpinan sebelumnya, yaitu Direktur Rumah sakit.
Atas Kejadian itu, Arahjatim.com melakukan klarifikasi kepada Sekda, Drs Sukaji, Senin 6/6/2022, apakah benar mutasi FC dari Bagian keuangan RSUD dr Iskak, dan selanjutnya menjadi Sekdin Infokom Sekda menerima kontribusi yang dimaksud ?. Sekda menjawap info itu tidak benar, dan pihaknya akan segera memanggil FC untuk dimintai klarifikasi terkait pesan WA yang bocor ke luar.(dni)










