Tulungagung, ArahJatim.com – Klarifikasi dan konfirmasi ulang adalah sebuah keharusan media dalam memberitakan sesuatu, termasuk polemik WA Mutasi dan Kontribusi yang terjadi di Kabupaten Tulungagung. Seperti diketahui, bulan Mei 2022, pemerintah daerah Tulungagung melakukan mutasi dan pengisian jabatan, pada organisasi yang kosong .
Dari penelusuran ArahJatim.com lanjutan, komisaris Bank Daerah Tulungagung, Nyadin tidak luput dari klarifikasi dan konfirmasi. Hal ini sangat beralasan, karena selain Sekda, Kepala BKD, Direktur RSUD dr Iskak, dan sekretaris Dinas Infokom, dirinya juga ikut di sebut Dalam proses mutasi itu saudara FC. Jawaban sementara, ybs mengaku tidak mengenal FC, tidak ikut cawe cawe dalam proses mutasi FC dan tidak menerima apapun darimanapun.
” Jujur, atas berita itu saya heran dan kaget saja, mengapa nama saya disebut sebut. Saya ini juga bukan anggota Baperjakat ?. Saya juga tidak kenal dengan sdr FC, Maka saya tegaskan, saya tidak dalam posisi apapun pada proses mutasi itu. Pencantuman nama saya, itu saya tidak tahu betul “, ungkap Nyadin Senen malam 13/6/2022.
Lebih lanjut ketika ArahJatim.com mengejar pertanyaan, ” masa saudara tidak tahu dan tidak pernah diajak komunikasi hal itu oleh Direktur RSUD dr Iskak, dr Supriyanto?”, masih dengan jawaban yang sama, Nyadin menyatakan berani bersumpah.
Dirinya mengaku heran saja, mengapa namanya dicatut dalam proses mutasi seperti itu.
Seperti diketahui publik, atas munculnya berita tersebut, sudah terjadi asumsi. Seperti ungkap salah seorang warga Kelurahan Kepatihan SDN,46 tahun, yang tidak mau disebutkan namanya .
” Atas jawaban dalam klarifikasi, saya ini tertawa, masa sekelas pejabat tingkat itu kok saling menyatakan tidak mengerti. Apa karena sudah ada bukti percakapan WA yang jejak digitalnya bisa dibaca, kemudian saling lepas tangan ?”, ungkapnya ketika bertemu ArahJatim com di warung kopi depan kantor parpol, Senen,13/6/2022.
Seperti diketahui, sejak munculnya berita ” WA mutasi dan Kontribusi kepada sejumlah nama pejabat, masyarakat semakin yakin jual beli jabatan melalu jalur jalur khusus, benar adanya.
Ketika dimintai komentarnya, atas reaksi masyarakat terhadap polemik ” Mutasi – Kontribusi”, Nyadin bukan dalam kapasitas anggota Baperjakat, merasa terusik dan prihatin.
” Saya heran, saya tidak tahu, pencatutan seperti itu. Yang saya khawatirkan, dalam situasi politik yang makin hangat seperti ini , bila ditangkap publik, nama saya yang harus dipertaruhkan. tambah ketua Dekopinda Tulungagung tersebut . (dni)










