Momen Keakraban Bupati Marhaen dan Habib Ubaidillah dalam Safari Ramadan di Kertosono

oleh -
oleh

Nganjuk, ArahJatim.com – Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah Kertosono menjadi saksi hangatnya silaturahmi antara umara dan ulama dalam kegiatan Safari Ramadan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk, Senin (16/3). Acara ini tidak sekadar menjadi agenda rutin, namun menjadi panggung kolaborasi untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas di Kota Angin.

​Kehadiran Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, bersama Wakil Bupati Tri Handy Saputra dan jajaran Forkopimda disambut antusias oleh keluarga besar pesantren dan masyarakat sekitar.

​Memperluas Jangkauan: Dari 20 Menjadi 21 Titik

​Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, mengungkapkan bahwa semangat Safari Ramadan tahun ini sangat luar biasa. Awalnya, kegiatan ini hanya direncanakan di 20 kecamatan. Namun, Pemkab memutuskan menambah satu lokasi khusus di Kecamatan Kertosono, tepatnya di Ponpes Al Ubaidah, sehingga total menjadi 21 titik.

pasang iklan_rev3

​“Kami ingin memastikan kehadiran pemerintah dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Safari Ramadan adalah sarana efektif untuk sosialisasi program kerja agar masyarakat tahu persis apa yang sudah dan akan kami lakukan ke depan,” ujar Marhaen.

​Menjaring Aspirasi dan Penguatan Karakter Santri

​Selain sebagai media informasi, Safari Ramadan menjadi wadah bagi Pemkab Nganjuk untuk menyerap aspirasi langsung, khususnya dari lingkungan pesantren. Marhaen menekankan pentingnya peran pondok pesantren dalam membentuk character building generasi muda yang tidak didapatkan sepenuhnya di pendidikan umum.

​“Pendidikan umum memberikan ilmu pengetahuan, sedangkan pondok pesantren memberikan pendidikan karakter dan tradisi keagamaan. Jika keduanya seiring, SDM berkualitas yang kita cita-citakan akan terwujud,” tegasnya.

​Pelayanan Publik “Jemput Bola” di Area Pesantren

​Menariknya, Safari Ramadan kali ini juga menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan administratif masyarakat. Pemkab Nganjuk memboyong layanan kesehatan gratis serta pelayanan administrasi kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

​Bupati Marhaen menjelaskan bahwa meskipun Nganjuk sudah mencapai status Universal Health Coverage (UHC) melalui BPJS Kesehatan, pelayanan langsung tetap perlu dilakukan untuk memudahkan warga mengurus KTP maupun KK tanpa harus jauh-jauh ke kantor dinas.

​Sambutan Hangat Ponpes Al Ubaidah: Sinergi untuk Bangsa

​Pengasuh Ponpes Al Ubaidah, Habib Ubaidillah Al Hasany, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran “orang nomor satu dan nomor dua” di Nganjuk tersebut. Menurutnya, pesantren tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan pemerintah.

​“Kehadiran beliau-beliau ini menumbuhkan rasa kebangsaan yang tinggi dan ukhuwah yang kuat di kalangan santri. Para santri semakin memahami bahwa mereka adalah bagian dari Indonesia yang harus didukung sepenuhnya,” tutur Habib Ubaidillah.

​Melalui sinergi ini, diharapkan muncul keberkahan bagi masyarakat Nganjuk, serta lahirnya generasi santri yang tidak hanya alim secara agama, tetapi juga memiliki rasa nasionalisme yang kokoh untuk membangun bangsa dan negara.

No More Posts Available.

No more pages to load.