Meski Kerap Jadi Tempat Mesum, Belum Satupun Hotel Di Sumenep Ditindak

oleh -
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumenep, Fajar Rahman mengatakan, “Kami sudah mencoba manggil pemilik Hotel, akan tetapi masih belum ketemu”. (Foto: arahjatim.com/M_Han)

Sumenep, ArahJatim.com – Meskipun sudah sering ditemukan pasangan tidak sah berbuat mesum di sejumlah hotel di Kabupaten Sumenep, namun belum ada satu pun hotel yang dijatuhi sanksi.

Salah satunya adalah Hotel Surabaya, di hotel ini sudah empat kali ditemukan pasangan tidak sah tertangkap basah sedang berbuat mesum. Namun demikian, hotel ini masih tetap beroperasi. Padahal Kabid Trantibumlinmas Satpol PP Sumenep, Fajar Santoso pernah mengatakan akan menindak hotel yang terbukti sudah tiga kali menjadi tempat berbuat mesum pasangan bukan suami istri.

Sebagaimana dikutip dari Jaazaidun.com, Kabid Trantibumlinmas Satpol PP Sumenep, Fajar Santoso mengatakan bahwa, hotel yang sudah tiga kali ada temuan pasangan bukan suami istri berbuat mesum, harusnya mendapat sanksi dan pemanggilan terhadap pemilik hotel. Bahkan hotel tersebut mendapat sanksi berupa pencabutan izin karena sudah tiga kali ditemukan pasangan mesum.

Namun anehnya sampai saat ini hotel tersebut belum dicabut izinnya, bahkan tidak ada tindakan apapun dari pihak penegak Perda dan DPM-PTSP (Dinas Perizinan).

Baca juga:

Fajar Rahman, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep, mengungkapkan bahwa, pihaknya sudah memanggil pemilik Hotel.

“Kami sudah mencoba manggil pemilik Hotel, akan tetapi masih belum ketemu,” ungkapnya, Jumat (15/3/2019)

Fajar juga mengaku, ketika sudah ketemu dengan pemilik hotel dan sudah diklarifikasi, maka secepatnya akan direkomendasikan pada tim untuk segera memberikan sanksi dengan mencabut izinnya.

“Kami kan harus sinergi, kami juga sudah instruksi ke bagian Perda untuk memanggil pemilik Hotel Surabaya tersebut, namun belum ketemu dengan pemilik hotelnya (dengan segala alasannya). Setelah diklarifikasi nanti kami akan merekomendasikan kepada tim, untuk segera mencabut izinnya. Masa kami langsung turun untuk mencabut izin, kan bukan bagian kami,” pungkasnya. (M_Han)