Melihat Lebih Dekat Kerasnya Pendidikan Komando TNI AL Dalam Latihan Perang

oleh -
oleh
Sebanyak 193 calon bintara dan perwira Marinir TNI Angkatan Laut mengikuti pendidikan komando di hutan Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. (Senin, 19/4/2019) (Foto: ArahJatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Sebanyak 193 calon bintara dan perwira Marinir TNI Angkatan Laut mengikuti pendidikan komando di hutan Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Senin (19/4/2019) siang.

Dari 193 calon perwira dan bintara Marinir yang digembleng, terdiri dari 19 taruna dan 174 siswa bintara Dikmaba 38 dan 37 dilatih di Daerah Latihan Komando 159 Marinir. Menurut Direktur Pendidikan dan Latihan Kodiklatal, Laksamana Pertama Deni Septriana, ada lima materi dalam pendidikan yang digelar selama 77 hari yang dimulai sejak tanggal 17 Maret lalu.

Baca juga : Misi Penyerangan TNI AU Kerahkan 8 Pesawat Tempur

pasang iklan_rev3

Salah satu materi yang paling penting dalam pendidikan komando adalah survival atau cara bertahan hidup di dalam hutan. Para prajurit siswa dilatih bagaimana cara menangkap hewan buas kemudian melaksanakan sesi survival termasuk jungle survival.  Mereka juga dibekali memasak tanpa alat tapi lebih memanfaatkan alam dan tumbuhan yang ada di hutan sebagai makanan dan minuman.

“Kegiatan hari ini kebetulan tahap hutan yang dilaksanakan oleh para prajurit siswa. Saya lihat langsung apa yang dikerjakan hari ini dengan penuh kebanggaan. Ada latihan menembak lorong, kemudian latihan tembak reaksi dan tadi ada latihan menagkap hewan buas dan bagaimana melaksanakan survival termasuk jungle survival,” ucap Direktur Pendidikan dan Latihan Kodiklatal, Laksamana Pertama Deni Septriana.

Laksaman Pertama, Deni Septriana juga menambahkan, pendidikan komando harus dijalani semua prajurit marinir. Dari mulai tahap dasar sampai ke tahap lintas medan yakni jalan kaki dari Banyuwangi sampai Surabaya sejauh 400 kilometer sebelum nantinya mereka akan dilantik menjadi bintara dan perwira Marinir.

Baca juga : Antisipasi Serangan Susulan, TNI-POLRI Patroli Usir Kera-Kera Liar

“Ini adalah tahap ke empat dari lima tahap. Tahap kelima nanti mereka akan berjalan kaki dari Banyuwangi menuju Surabaya. Medan segala medan harus dilalui, mulai hutan, pedesaan dan perkotaan hingga ke home base mereka di kota Surabaya. Untuk para prajurit siswa Dikmaba akan dilantik menjadi Bintara Marinir dan lulusan taruna akan menjadi Perwira Marinir. Ini adalah pasukan profesional yang punya kebanggaan tinggi,” pungkas Laksamana Pertama, Deni Septriana. (ful)

No More Posts Available.

No more pages to load.