Atraksi Drumband Taruna AAL Pukau Publik Banyuwangi

by -
https://live.staticflickr.com/65535/49039073497_0719db6bb7_b.jpg

Banyuwangi, ArahJatim.com – Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci tengah sandar di Banyuwangi. Taruna dan taruni Akademi Angkatan Laut (AAL) yang menjadi awak KRI Bima Suci menggelar kirab kota dan display drumband, Sabtu sore (9/11/2019). Aksi atraktif mereka berhasil memukau ribuan warga di kabupaten berjuluk The Sunrise of Java ini.

Aksi kirab kota Drumband Genderang Seruling (GS) Gita Jala Taruna ini dilaksanakan oleh 103 Taruna AAL yang telah berkeliling ke sembilan negara bersama KRI Bima Suci. Usai sandar di pagi hari, sorenya mereka menggelar drumband yang atraktif di JL. A Yani, depan Kantor Bupati Banyuwangi.

Di hadapan ribuan warga, mereka menunjukkan kepiawaian dan kelihaiannya memainkan beragam alat musik drumband. Sembari memainkan alat musiknya, sejumlah taruna tersebut juga melakukan atraksi yang menarik dan mendebarkan.

Seperti taruna yang memainkan alat bass drum. Mereka meliukkan bass drum-nya mengikuti gerak tubuh mereka. Tak hanya itu, mereka juga melakukan atraksi yang mendebarkan. Yakni saat bass drum ditumpuk dan mayoret naik ke atasnya sambil memainkan tongkatnya. Tak pelak, penonton pun langsung bertepuk tangan melihat aksi mendebarkan tersebut.

Tak hanya beraksi di depan Kantor Bupati, Drumband Genderang Seruling (GS) Gita Jala Taruna ini melakukan kirab menuju Pendopo Banyuwangi. Sepanjang jalan, para taruna-taruni tak henti menampilkan aksi yang sangat atraktif dan menghibur warga yang memadati jalanan Banyuwangi.

Lagu yang dimainkan tak hanya dari Indonesia, namun juga lagu yang tengah viral saat ini, di antaranya Senorita yang dipopulerkan Shawn Mendes ft Camila Cabello.

“Atraksinya keren, lincah, dan menghibur. Apalagi lagu yang dimainkan Senorita, yang sedang digemari anak sekarang. Pokoknya, kagum dengan kegagahan mereka. Besok mau ke KRI Bima Suci untuk menyaksikan kemegahan TNI AL kita,” kata Naura Zahra, siswa SMPN 1 Banyuwangi.

Atraksi drumband tersebut disaksikan pula oleh Gubernur AAL, Laksamana Muda Edi Sucipto, Bupati Abdullah Azwar Anas, serta jajaran forpimda Banyuwangi.

Laksamana Muda Edi mengatakan bahwa penampilan GS Gita Jala Taruna ini bagian dari kunjungan KRI Bima Suci di Banyuwangi. Dia berharap penampilan para taruna di hadapan publik Banyuwangi ini bisa menjadi spirit tersendiri bagi warga.

“Semoga sandarnya KRI Bima Suci dan tampilnya drumband dari taruna dan taruni ini bisa memberi hiburan sekaligus memotivasi bagi warga Banyuwangi,” kata Laksamana Muda Edi.

“Kalau sekarang ada satu taruna asal Banyuwangi yang ikut berkeliling dengan KRI Bima Suci ini, semoga tahun berikutnya bisa tiga atau empat taruna. Semoga hadirnya kami bisa memotivasi warga Banyuwangi untuk masuk AAL, karena kita perlu banyak pemuda yang cinta dan mau menjaga NKRI,” imbuhnya.

Laksamana Muda Edi pun memberikan kesempatan bagi warga Banyuwangi untuk menyaksikan langsung KRI Bima Suci yang telah sandar di Pelabuhan Tanjung Wangi.

“KRI Dewa Suci akan berada di Banyuwangi mulai Sabtu (9/11) hingga Senin (11/11). Bagi masyarakat Banyuwangi yang ingin melihat langsung kami beri kesempatan seluas-luasnya,” kata dia.

Singgahnya KRI Bima Suci di Banyuwangi ini pun membawa kesan tersendiri bagi tarunanya. “Setelah keliling ke sembilan negara dan dua daerah di Indonesia, ini adalah salah satu lokasi yang sambutannya begitu meriah dan hangat. Senang bisa hadir di Banyuwangi,” ujar Serma Datar (e), Fitria, taruni asal Yogyakarta.

Sementara itu, Bupati Anas menambahkan, ini kesempatan yang yang baik untuk membangkitkan spirit nasionalisme kepada anak muda Banyuwangi.

“Kedatangan taruna dan taruni kami harap bisa membangkitkan spirit nasionalisme anak-anak muda kita,” kata Anas.

Anas pun kembali memotivasi warga, khususnya anak muda. “Semua punya kesempatan yang sama menjadi prajurit. Buktinya, anak Songgon juga bisa jadi taruna. Tidak boleh minder. Anak Muda Banyuwangi harus optimis,” pungkasnya.

Perjalanan KRI Bima Suci yang membawa misi diplomasi dan budaya mulai berangkat dari Surabaya sejak 5 Agustus 2019. Mereka mengunjungi Filipina, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Brunei Darussalam, Malaysia, Vietnam, Thailand dan Australia. Setelah dari Banyuwangi, misi diplomatik bertajuk Kartika Jala Krida 2019 itu, juga akan kembali lagi ke Surabaya tepat hari keseratus. (adv.hmsbwi/ful)