Liput Aksi Anarkis Penutupan Bukit Bintang, Reporter TV Indosiar Dianiaya

oleh -
Gambar ilustrasi penganiayaan wartawan Indosiar,

Pamekasan, ArahJatim.com – Seorang wartawan televisi nasional (Indosiar) menjadi korban penganiayaan massa saat meliput aksi penutupan tempat wisata Bukit Bintang yang berlangsung anarkis, di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palenga’an, Pamekasan, Senin (5/10/2020).

Saat mengambil gambar, reporter TV Indosiar itu diintimidasi oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan pendemo agar tidak melakukan peliputan. Selain dihalang-halangi ia juga dianiaya dan kameranya dirampas.

Reporter TV Indosiar itu menceritakan, sebelum insiden pemukulan terjadi, ia sedang mengambil gambar tempat wisata Bukit Bintang yang dibakar oleh massa pendemo. Tiba-tiba datang sekelompok orang melakukan provokasi dan menghalang-halangi tugas jurnalistiknya. Namun ia yakin sekelompok orang itu bukan bagian dari santri (massa) yang melakukan aksi.

“Tiba-tiba (sekelompok orang) menghampiri dan langsung membentak saya untuk menghapus dan mematikan kamera. Padahal saya jelaskan kalau saya adalah wartawan, tetapi orang itu tidak menghiraukan profesi saya sehingga konsentrasi massa langsung tertuju pada saya. Dan seketika insiden pemukulan terhadap saya pun terjadi,” katanya.

Para pendemo akhirnya terpancing emosi dan turut menganiaya reporter itu, walaupun ia coba diselamatkan aparat TNI dan kepolisian.

“Akhirnya semua massa aksi terpancing emosi sehingga saya ditarik-tarik. Bahkan ada yang memukul dan menendang. Meskipun saya coba diselamatkan oleh pihak kepolisian dan TNI tetap mendapatkan pukulan dari massa yang beringas itu. Kamera saya pun tidak luput dari sasaran dan dirampas,” tutur reporter Indosiar.

Beruntung sang wartawan itu berhasil melarikan diri dari kerumunan massa dan dikawal ketat oleh petugas keamanan, hingga dirinya selamat. (ndra)