Terkesan Biarkan Agen BPNT Bermasalah, Bank BNI Pamekasan Kembali Didemo

oleh -
Massa yang menamakan diri Forum Aspirasi Rakyat Madura (Fara) kembali menggeruduk Bank BNI Pamekasan di Jalan Kabupaten, Senin (5/10/2020). Mereka menagih janji pihak BNI agar segera menindak sejumlah agen BPNT yang bermasalah. (Foto: arahjatim.com/ndra)

Pamekasan, ArahJatim.com – Untuk kedua kalinya, massa yang menamakan diri Forum Aspirasi Rakyat Madura (FARA) kembali menggeruduk Bank BNI Pamekasan di Jalan Kabupaten, Senin (5/10/2020).

Mereka kembali mendatangi kantor BNI Cabang Pamekasan untuk menagih janji pihak Bank dalam melakukan penindakan terhadap sejumlah agen BPNT. Agen-agen itu dianggap bermasalah, lantaran tidak memenuhi syarat sesuai dengan Pedoman Umum (Pedum) penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Fara menemukan sepuluh temuan sampel agen BPNT dari 13 kecamatan di Pamekasan yang diduga tidak mempunyai toko sendiri. Sepuluh agen BPNT itu meminjam toko milik orang lain, dan hal itu terkesan dibiarkan oleh pihak BNI.

“Kita aksi kedua kalinya, karena pihak Bank BNI berjanji akan menindak tegas agen yang bermasalah. Setelah kita crosscheck ternyata janji itu omong kosong, agen yang bermasalah itu tetap dibiarkan,” kata Abdurrahman mewakili Fara kepada awak media, Selasa (6/10/2020).

Fara menduga ada main mata antara pihak Bank BNI dengan Agen E-Warong yang bermasalah sehingga terkesan dibiarkan.

“Kami menduga ada main mata antara pihak Bank BNI dengan Agen E-Warong yang bermasalah di Pamekasan. Seharusnya pihak Bank lebih tegas, bukan dibiarkan seperti ini. Apa susahnya memblokir agen yang bermasalah itu, kan sudah jelas salah. Ada apa dengan BNI,”serunya.

Sementara, Kepala Kantor BNI Cabang Pamekasan, Rachmat mengatakan pihaknya sudah menidaklanjuti temuan tersebut.

“Kami telah menindaklanjuti semua temuan itu, bahkan dari pihak kami sudah turun langsung ke bawah untuk meng-crosscheck ada tidaknya agen yang dianggap bermasalah tersebut,” tegasnya.

Rachmat menambahkan, pihaknya bahkan sudah menyerahkan temuan beserta datanya ke tim koordinasi yang terdiri dari sejumlah elemen Pemkab Pamekasan untuk diverifikasi kembali dan ditindak.

“Kita sudah melakukan scanning dan mengecek langsung, dan kami menemukan ada delapan agen yang tidak sesuai. Semua temuan serta datanya sudah kami serahkan ke tim koordinasi (tikor) yang terdiri dari sejumlah elemen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan untuk diverifikasi kembali dan ditindak,” imbuh Rachmat. (ndra)