Kursi Sekda Kosong, Bupati Bangkalan Lantik Kadis PRKP Ishak Sudibyo

oleh -

Bangkalan, Arahjatim.com – Dampak pandemi covid-19 membuat Kekosongan jabatan struktural sekretaris daerah (Sekda) pemerintah kabupaten Bangkalan sejak Edi Muljono lengser, belum juga ada pengganti definitif. Hal itu memaksa Bupati Bangkalan kembali menunjuk Penjabat (Pj) Sekda setelah ditinggal Pensiun Pj Sekda Setijabudi per 31 Maret 2020. Ishak Sudibyo selaku Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) dilantik menjadi Pj Sekda menggantikan Setijabudi, Kamis (2/4/2020).

Untuk mengisi kekosongan jabatan Sekda Kabupaten Bangkalan, Bupati Bangkalan telah mengusulkan pada Gubernur Jawa Timur (Jatim) untuk menunjuk Pelaksana sebagai Sekda sementara. Sebab, saat ini pemkab Bangkalan tengah menunggu hasil dari komisi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk diajukan kembali ke Gubernur Jatim sebagai Sekda Definitif.

Penunjukan Ishak Sudibyo sebagai Pelaksana Tugas (PLT) karena surat yang dikirim kepada Komisi ASN terkait tiga orang yang sudah melalui seleksi Sekda hingga saat ini belum ada hasil balasan.

Ketiga nama tersebut, Ismet Efendi selaku Kepala Badan Pendapatan Daerah, Taufan Zariansyah selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan Puguh Santoso selaku Kepala Dinas Pertanian.

Bupati Bangkalan, R. Abdul Latif Amin Imron mengungkapkan belum adanya balasan dari Komisi ASN karena terkendala pemasalahan global covid19. ASN disarankan bekerja dari rumah ditengah mewabahnya virus corona.

“Kita berupaya secepat mungkin mendapat kepastian kabar dari komisi ASN untuk diusulkan kembali kepada Gubernur sehingga terpilihlah Sekda definitif,” ungkap Ra Latif sapaan akrabnya.

Ra Latif mangatakan tugas Pj Sekda yang baru dilantik untuk mengawasi program yang sudah direncanakan sebelumnya, sehingga bisa berjalan dengan baik.

“Terutama kondisi yang saat ini terjadi dalam penanganan Covid19. Peran Sekda sangat penting walaupun saya sendiri sebagai ketua Gugus Tugas Covid-19,” kata Ra Latif.

Sementara itu, Pj Sekda yang baru Ishak Sudibyo menuturkan bahwa jabatan yang diembannya saat ini cukup berat. Baik dalam kondisi normal apalagi kondisi yang saat ini terjadi.

“Kondisi saat ini perlu adanya penanganan khusus terhadap musibah Covid-19. Yang pertama adanya pemakaian anggaran yang tidak efisien. Kemudian pergeseran dalam kegiatan yang kurang penting sehingga semua bisa kita alokasikan pada penanganan Covid-19 ke depan,” tutur Yoyok sapan akrabnya.

Di samping itu, lanjutnya, adanya beberapa ketentuan pergerakan dan kegiatan yang dikerjakan dari rumah yang sangat berpengaruh terhadap mekanisme.

“Tapi saya yakin tidak akan mengurangi pada fungsi pemerintah dalam melayani masyarakat,” tutupnya

(fat/fik)