KPU Banyuwangi Terima Berkas Dukungan Bapaslon Satiyem-Sunaryanto

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49579841168_639995eecc_b.jpg
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi Dwi Anggraini mengatakan, pihaknya membutuhkan waktu tiga hari untuk melakukan verifikasi seluruh berkas dukungan sebelum memberikan tanda terima kepada bapaslon. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi menerima berkas syarat dukungan bakal pasangan calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati jalur perseorangan, Satiyem yang berpasangan dengan Sunaryanto dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2020.

Bakal calon bupati yang lebih dikenal dengan sebutan Bunda Ratu Satiyem datang bersama pasangannya, Sunaryanto dan tim dengan membawa puluhan kardus berisi berkas dukungan suara sebanyak, 94.985 berkas yang diangkut menggunakan mobil boks.

Tiba di kantor KPU sekitar pukul 22.25, Minggu (23/2/2020) malam, Bapaslon yang juga mantan birokrat tersebut langsung melakukan registrasi kehadiran. Kedatangan Bapaslon diterima langsung oleh sejumlah komisioner KPU dan Bawaslu Banyuwangi yang sudah menunggu sejak siang hari.

Baca juga:

“Dari Bapaslon Bunda Ratu Satiyem sama Sunaryanto sudah menyerahkan berkas syarat minimal dukungan, itu sudah kami terima. Karena tiga unsur yang wajib dipenuhi itu sudah ada, yaitu form B1, B1.1 dan B2 sudah ada. Jadi harus kita terima, tadi sudah tersubmit, dan sudah diregistrasi pukul, 23.50 jadi secara administrasi sudah kami terima,” kata Ketua KPU Banyuwangi, Dwi Anggraini.

Anggraini menambahkan, meski secara administrasi berkas sudah diterima, KPU Banyuwangi belum memberikan tanda terima berkas syarat dukungan kepada Bapaslon tersebut. Sebab KPU masih harus melakukan verifikasi administrasi terlebih dahulu hingga tiga hari ke depan, terhitung mulai hari ini sampai tanggal 26 Februari 2020.

“Karena kita harus melakukan proses verifikasi administrasi. Kita membutuhkan waktu tiga hari sampai tanggal 26 (Februari). Jadi misalkan sebelum tanggal 26 sudah selesai melakukan verifikasi atau penghitungan jumlah dukungan, baru kita bisa mengatakan bahwa ini lengkap kita terima, proses atau tidak? Itu nanti dibawakan oleh adik-adik,” tambah Komisioner KPU Banyuwangi dua periode tersebut.

Bapaslon Bupati dan Wakil Bupati dari jalur perseorangan, Satiyem dan Sunaryanto menyerahkan berkas dukungan suara ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi, Minggu (23/2/2020) malam. (Foto: arahjatim.com/ful)

Ditemui sejumlah awak media usai menyerahkan berkas dukungan, wanita nyentrik yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Pemkab Banyuwangi di era Bupati Ratna Ani Lestari (2005-2010) itu mengaku optimis bisa lolos verifikasi administrasi secara faktual. Meski saat ini proses penyerahan berkas dukungan, jauh berbeda dengan lima tahun lalu.

“Proses sekarang ini jauh berbeda dengan (jalur) perorangan lima tahun lalu, tidak seteliti sekarang. Sekarang ini baru bisa memasukan nama kalau memang kita sudah mendapatkan tanda tangan dari masyarakat. Tetapi dengan submit yang kita berikan dan sudah diterima KPU secara otomatis kita sudah memberikan nilai terbaik yang pernah kita lakukan. Harapan saya memang fair, clear and clean. Jadi artinya kita betul-betul datang dengan kekuatan 94 ribu KTP dari dukungan masyaratakt dan itu sudah kita kirimkan melalui silon (sistem administrasi pencalonan). Kalau saya melihat dari sisi hukumnya, proses yang saya jalani malam ini, saya sangat optimis,” ujar Bunda Ratu Satiyem.

Sementara itu, hingga detik-detik akhir penutupan penyerahan berkas dukungan Bapaslon Bupati melalui jalur perseorangan, pukul 00.00 WIB (Senin, 24/2) tadi malam, hanya Bapaslon Satiyem dengan pasangannya Sunaryanto yang menyerahkan berkas dukungan ke KPU. Sedangkan satu Bapaslon jalur perseorangan lainnya, Purnomo batal hadir, lantaran syarat minimal dukungan yang dimiliki tidak mencukupi. Sedianya Purnomo berpasangan dengan Suminto. (ful)