KPU Banyuwangi Tolak Berkas Syarat Dukungan Bapaslon Independen

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49586826556_9489639263_b.jpg
Ari Mustofa, Komisioner KPU Banyuwangi Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu meyakinkan bahwa proses penghitungan manual suara dukungan Satiyem-Sunaryanto sudah sesuai. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi menolak berkas syarat minimal dukungan Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Perseorangan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi 2020, Satiyem-Sunaryanto. Sebab, dari total 94.958 berkas dukungan yang diserahkan ke KPU hanya 61.218 berkas yang memenuhi syarat. Jadi masih belum memenuhi syarat minimal, 85.643 dukungan.

Penolakan tertuang dalam berita acara hasil penghitungan manual syarat minimal dukungan Bapaslon Independen tertanggal 25 Februari 2020 yang dibacakan oleh Ketua KPU Banyuwangi Dwi Anggraini. Berdasarkan hasil penghitungan manual, terdapat 2.312 dukungan yang tertuang dalam formulir B.1 KWK yang tidak memenuhi syarat.

“Karena kurang dari syarat minimal dukungan yang ditetapkan 85.643 suara maka KPU menolak Bapaslon Satiyem-Sunaryanto,” jelas Dwi Anggrini, Selasa (25/2/2020) malam.

Haryanto, salah satu tim Satiyem-Sunaryanto yang hadir di KPU pada saat acara pembacaan hasil penghitungan manual, menolak hasil yang disampikan KPU. Bahkan dirinya enggan menandatangani berita acara yang disodorkan oleh KPU.

“Kami merasa dizalimi, makanya kami menolak hasil penghitungan manual KPU. Untuk apa kami datang ke sini menjadi saksi penghitungan kalau cuma menjadi penonton. Kami tidak bisa mengetahui hasilnya di komputer atau layar monitor. Tiba-tiba muncul keterangan hasil akhir penghitungan,” keluh Haryanto.

Mengetahui jumlah dukungannya menyusut cukup banyak, Bunda Ratu Satiyem mengaku sangat kecewa dan tidak bisa menerima. Alasannya, timnya sudah memasukkan data ke Silon KPU sejumlah 94.958 dukungan warga yang dilengkapi KTP.

“Aneh di KPU menyusut jauh, sisanya kemana? Karena yang disoroti pada proses ini adalah angka-angka. Siapa tahu 10 lembar ditulis 1 karena tidak menggunakan sistem penghitungan yang benar. Yang benar manakala kedua belah pihak bisa melihat langsung angkanya saat proses penghitungan sehingga fair,” kata Satiyem saat dihubungi sejumlah wartawan melalui sambungan telepon.

Sementara itu, komisioner KPU Banyuwangi Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Ari Mustofa, meyakinkan bahwa proses penghitungan manual suara dukungan Satiyem sudah sesuai. Bahkan Bawaslu sudah mengerahkan petugas Panwascam siang malam untuk melakukan pengawasan.

Balon (bakal calon) Bupati dari jalur perseorangan, Bunda Ratu Satiyem. (Foto: arahjatim.com/ful)

“Ada dua CCTV di ruangan penghitungan. Bahkan pada hari pertama penghitungan ada staf Bawaslu Jatim ikut mengawasi. Saksi dari tim bapaslon tugasnya hanya mengawasi bukan menghitung. Kalau ikut menghitung berarti menyalahi aturan,” ucap Ari Mustofa.

Saat mereka datang membawa berkas ke KPU ada 20 kecamatan yang belum diprint dari Silon. Di samping itu, terdapat berkas dukungan yang tidak lengkap.

“Parameter tidak lengkap ada yang tidak tertempel KTP elektronik, data tidak terisi dan tidak ada tanda tangan dari pendukung,” tandas Ari.

Butuh waktu dua hari, dua malam bagi KPU melakukan penghitungan manual syarat dukungan Bapaslon Satiyem-Sunaryanto yang diserahkan jelang akhir masa penutupan penyerahan berkas dukungan pukul 24.00 WIB, 23 Februari 2020 lalu.

Waktu itu, jumlah dukungan yang terupdate pada Sistem Informasi Pencalonan (Silon) KPU sebanyak 94.958 dukungan. Sehingga berkas langsung diterima dan dilanjutkan dengan proses penghitungan. (ful)