Banyuwangi, ArahJatim.com – Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur meminta seluruh Ketua Pengadilan Negeri (PN) se-Jawa Timur mengadopsi semangat inovasi yang ada di Banyuwangi untuk diaplikasikan dalam pelayanan di PN masing-masing. Karena inovasi dapat mempercepat pelayanan yang dibutuhkan masyarakat.
“Pengadilan harus bersaing untuk yang terbaik memberikan pelayanan. Makanya kita bawa ke Banyuwangi dalam rangka belajar dengan semangat inovasi kepala daerah di sini. Pengadilan juga perlu inovasi,” kata Ketua PT Jawa Timur, Herri Swantoro, usai menutup rapat Pembinaan Teknis Yudisial dan Administrasi di PN Banyuwangi, Rabu, (29/1/2020) petang.
Menurutnya, masing-masing PN harus bersaing memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pencari keadilan. Untuk mewujudkan persaingan, diperlukan seorang Ketua Pengadilan yang memiliki kemampuan leadership yang baik. Sehingga muncul inovasi dalam pelayanan.
“Kalau Ketua Pengadilan itu punya inovasi yang lebih bagus akan mempercepat pelayanan. Rapat ini menjadi penguatan kepemimpinan para Ketua PN di seluruh Jawa Timur. Karena peran Ketua PN sangat sentral sehingga perlu dilatih agar memiliki kemampuan leadership yang baik,” tambahnya.
Dia menegaskan, semua program, regulasi dan sistem yang ada di lembaga peradilan sangat ditentukan kemampuan Ketua PN masing-masing, untuk mengimplementasikan dan membuat kebijakan dalam rangka mendukung, mendorong dan membuat yang terbaik bagi pengadilan.
Di era teknologi informasi (TI) sekarang, menurutnya diperlukan ketua PN yang tangguh. Karena tekanan pekerjaan semakin tinggi, regulasi semakin ketat, dan sistem semakin berat. Tanpa ketangguhan pimpinan, Pengadilan tidak akan berjalan dengan baik.

Lebih jauh dijelaskan, Mahkamah Agung (MA) sudah meluncurkan banyak sekali inovasi. PT dan MA bisa memantau kinerja PN melalui aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), melalui aplikasi Monitoring Implementasi SIPP (MIS). Dengan instrumen TI, kinerja masing-masing Pengadilan bisa dilihat. Bahkan PT Jawa Timur sudah memiliki Command Center.
“Command Center itu sentral komando di PT. Itu secara TI kita langsung melihat pergerakan pengadilan dalam melayani di PTSP (pelayanan terpadu satu pintu) layanan pada pencari keadilan, maupun di penyelenggaraan persidangan. Melalui command center, absensi para petugas, aparatur bisa kita pantau realtime. Kinerjanya kita pantau dengan sistem,” pungkasnya.
Sementara itu, di sela rapat kerja selama dua hari di kota ujung timur pulau Jawa tersebut, Ketua PT Jawa Timur beserta seluruh Ketua PN juga sempat belajar budaya di Desa Wisata Using, Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Petinggi lembaga peradilan ini disambut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. (ful)












