Kediri, ArahJatim.com – Tidak Ada Lagi Istilah Sekolah Unggulan menjadi komitmen utama Pemerintah Kota Kediri dalam menata masa depan pendidikan yang adil bagi seluruh masyarakat. Langkah strategis ini ditegaskan dalam acara Sosialisasi Produk Hukum (SPH) yang digelar oleh Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Kediri bersama Dinas Pendidikan Kota Kediri di Gedung Balai Pertemuan Kelurahan Dermo, Kecamatan Mojoroto, Ahad (31/5/2026).
Acara yang berlangsung tertib ini dihadiri oleh sekitar 200 warga dan tokoh masyarakat. Hadir langsung sebagai inisiator acara, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Kediri sekaligus anggota Komisi A, Imam Wihdan Zarkasyi, ST, MM., serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Drs. Mandung Sulaksono, yang bertindak sebagai narasumber utama.
Sistem Zonasi Matang untuk Pemerataan Sekolah
Dalam pemaparannya, Imam Wihdan Zarkasyi menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk menghapus stigma mengenai “sekolah unggulan”. Tujuannya agar masyarakat mempercayakan anak-anak mereka menempuh pendidikan di sekolah yang paling dekat dengan domisili tanpa khawatir adanya ketimpangan kualitas.
”Pemerintah Kota Kediri sedang menyiapkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dengan zonasi yang matang, mulai dari jalur domisili khusus, umum, hingga jalur prestasi. Kita ingin ada pemerataan kualitas, baik di tingkat SD maupun SMP. Tidak ada lagi dikotomi sekolah unggulan,” ujar Imam Wihdan.
Selain itu, legislator dari Partai Golkar ini juga menggarisbawahi pentingnya realisasi janji pemerintah kota untuk terus meningkatkan kapasitas sarana prasarana serta kualitas tenaga pendidik secara merata di seluruh wilayah Kota Kediri, khususnya pada jenjang sekolah menengah.
Pemeliharaan Masif Fasilitas Puluhan Sekolah Dasar
Menjawab tantangan pemerataan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Drs. Mandung Sulaksono, membeberkan sejumlah program pemeliharaan infrastruktur sekolah yang sedang berjalan. Fokus perbaikan saat ini menyasar puluhan Sekolah Dasar (SD) yang membutuhkan perbaikan sarana dasar.
”Tahun ini ada program pemeliharaan di 111 SD se-Kota Kediri. Fokusnya mencakup sekitar 35 sasaran untuk perbaikan ruang kelas dan beberapa ruang guru, serta sekitar 15 sasaran untuk fasilitas kamar mandi. Untuk jenjang SMP, mayoritas fasilitasnya sudah dalam kondisi sangat bagus karena sistem pemeliharaannya berjalan baik,” jelas Mandung.
Gali Potensi Siswa Lewat Jalur Bakat dan Karakter
Selain infrastruktur fisik, Dinas Pendidikan Kota Kediri juga fokus pada pengembangan potensi non-akademik siswa melalui jalur karakteristik. Mandung meminta para orang tua untuk lebih peka melihat bakat anak dan mendorong mereka agar berani berekspresi demi meraih prestasi di jenjang berikutnya.
Untuk mendukung hal tersebut, Dinas Pendidikan berkomitmen menyediakan wadah berupa kompetisi berkala di berbagai bidang:
- Bidang Olahraga: Kompetisi bola basket dan sepak bola.
- Bidang Keagamaan & Seni: Lomba kaligrafi dan qiroah.
”Kalau kita tidak bisa mewadahi bakat anak-anak, kita nol besar. Lewat ekspresi dan prestasi di bidang-bidang inilah anak-anak kita akan memiliki modal dan karakter kuat untuk masa depan mereka,” tambah Mandung.
Tantangan Mendidik Generasi Digital: Sinergi Orang Tua dan Sekolah
Menutup sosialisasi, baik pihak DPRD maupun Dinas Pendidikan mengingatkan bahwa pola asuh anak zaman sekarang tidak bisa lagi disamakan dengan generasi masa lalu. Generasi digital saat ini memiliki pola pikir yang lebih kritis dan mandiri, yang menuntut orang tua untuk lebih adaptif dalam berkomunikasi.
Merespons fenomena ini, sekolah-sekolah di Kota Kediri kini gencar mengadakan program pembinaan sinergi antara pihak sekolah, orang tua, dan anak untuk menyamakan persepsi.
”Karakter anak sekarang sangat beragam, ada yang sangat aktif, ada yang pendiam. Kita harus pahamkan ke masyarakat bahwa di sekolah, guru tidak pernah ada niatan untuk menyiksa atau menyudutkan siswa. Di sinilah pentingnya komunikasi yang benar. Orang tua harus bisa menguasai seni berkomunikasi dan mendampingi anak-anak generasi sekarang,” pungkas Imam Wihdan. (das)










