Kementerian Pertanian Puji Kinerja Penyuluh Pertanian Banyuwangi

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49625693923_d3a935bca4_b.jpg

Banyuwangi, ArahJatim.com – Kementerian Pertanian melakukan sosialisasi program komando stategis pembangunan pertanian (Kostratani) yang memaksimalkan fungsi balai penyuluh pertanian (BPP) di daerah. Banyuwangi pun dinilai menjadi salah satu daerah yang fungsi BPP-nya telah one step ahead (selangkah lebih maju) dibanding daerah lain.

Kegiatan ini berlangsung di Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Glagah pada Jumat (6/3/2020). Diikuti oleh 162 penyuluh pertanian se-Kabupaten Banyuwangi.

Inspektur 2 Inspektorat Jendral Kementerian Pertanian, Tin Latifah yang juga sekaligus manajer supervisi Kostratani wilayah Banyuwangi mengatakan, program Kostratani berasal dari Kementerian Pertanian untuk memaksimalkan fungsi dan peran Balai Penyuluh Pertanian yang ada di daerah.

“Kami menyadari keberhasilan pertanian nasional sejatinya berasal dari keberhasilan pertanian di daerah-daerah. Untuk itu kami ingin bersinergi dengan daerah sebagai pihak yang selama ini mengayomi para penyuluh pertanian. Karena mereka inilah yang selama ini menjadi ujung tombak pelaksananya,” kata Latifah.

BPP yang ada di Banyuwangi sendiri dinilai Latifah telah aktif melakukan apa yang menjadi Program Kostratani. Di antaranya peningkatan kapasitas penyuluh pertanian swadaya, aktif melakukan kegiatan penyuluhan di desa dan melakukan pemberdayaan masyarakat pertanian, dan penumbuhan dan pengembangan kelembagaan ekonomi petani.

“Saya cukup terkejut karena setelah berbincang dengan para penyuluh pertanian di sini, apa yang telah mereka lakukan melebihi ekspektasi saya, sudah one step ahead dari daerah yang lain. Mereka benar-benar terjun mendampingi dan membantu mengatasi kesulitan petani sampai mengajak mereka mandiri. Saya kira Banyuwangi bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya,” kata Latifah.

“Secara kinerja, pertanian daerahnya juga membanggakan. Apa yang menjadi target kementerian untuk peningkatan produktivitas dan produksi pertanian hingga ekspor produk pertanian sudah dilakukan oleh Banyuwangi,” imbuhnya.

Ditambahkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi, Arif Setyawan, saat ini terdapat 20 BPP yang mengayomi 168 penyuluh pertanian se-Kabupaten. Para penyuluh pertanian tersebut selama ini difungsikan secara optimal sebagai pendamping para petani. Tidak hanya memberikan informasi untuk meningkatkan hasil pertanian tapi juga terjun langsung untuk membantu petani mengatasi segala permasalahan pertanian.

“Para penyuluh ini menjadi ujung tombak kami dalam meningkatkan produksi dan produktivitas hasil pertanian. Mereka juga yang menjembatani berbagai problem dan permasalahan petani dengan Dinas,” ujar Arif.

Salah satu hasilnya, produksi pertanian Banyuwangi memiliki produktivitas yang terus baik. Misalnya saja tanaman padi, memiliki  produktivitas yang tinggi. Saat ini rata-rata  produktivitas petani Banyuwangi tujuh ton per hektar bahkan bisa sampai sembilan ton per hektar.

“Hal tersebut tidak lepas dari peran para penyuluh pertanian yang terus mendampingi para petani di desa-desa,” ujar Arif.

Kemandirian petani juga dibangun, dengan mengajak mereka untuk memaksimalkan potensinya. Seperti mengajak petani untuk memproduksi pupuk sendiri hingga mengajak mereka untuk memberikan nilai tambah pada hasil pertaniannya.

“Kami punya program untuk mengajak milenial desa tertarik bergerak di sektor pertanian. Salah satunya lewat program Banyuwangi agro startup competition yang juga terus disosialisasikan oleh para penyuluh pertanian,” pungkas Arif. (adv.hmsbwi/ful)