Kediri, ArahJatim.com – Keluarga Korban Tewas Kecelakaan lalu lintas melibatkan Bus Bagong nopol N 7225 UI dengan sepeda motor Honda Scoopy nopol AG 5285 ECB Kamis Siang ( 1/8/2024) berencana melakukan aksi tahlil dan tabur bunga di lokasi kecelakaan yang terjadi di Simpang Empat Jalan Kawi Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, Senin (29/7/2024) kemarin. Dan Aliansi Kediri Bersatu selaku lembaga swadaya masyarakat kontrol akan melakukan pendampingan hingga kasus tersebut tuntas.
Sebelumnya akibat kejadian kecelakaan lalu lintas di Simpang Empat Jalan Kawi Kecamatan Mojoroto Kota Kediri penumpang sepeda motor Honda Scoopy meregang nyawa di RS Muhammadiyah KH Achmad Dahlan Kota Kediri.
Koordinator Aliansi Kediri Bersatu Supriyo mengungkapkan, sejauh ini pihaknya akan melakukan pendampingan bersama teman pergerakan yang tergabung dalam Aliansi Kediri Bersatu terhadap keluarga korban untuk mendapatkan semua haknya atas kerugian material dan imaterial.
“Keluarga korban sudah memberikan kuasanya kekami dan rencananya besuk Keluarga Korban melakukan aksi simpatik dengan menggelar tabur bunga dan tahlil dilokasi, sedangkan pihak Manajemen Bus Bagong akan siap hadir saat dilakukan audensi di Satlantas Polres Kediri Kota Besuk,”ungkap Priyo panggilan akrab mantan aktivis 1998, Rabu (31/7/2024) siang
Supriyo menambahkan, karena alasan kemanusiaan pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk juga menunjukkan keberpihakannya pada nilai-nilai kemanusiaan dengan hadir dan menunjukkan rasa solidaritas.
“buktikan kalo kita sebagai tokoh masyarakat masih peduli pada kaum marginal dan masyarakat kecil… mereka masih warga kota, niatkan semuanya atas niat moralitas karena Allah SWT semata, bukan lagi kepentingan untung dan rugi,” tandasnya
Sekedar diketahui kecelakaan bus yang disopiri Yudi Handoko (36) warga Desa Ngantru Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek itu membawa sejumlah penumpang berjalan dari arah utara selatan dan berhenti di Simpang Empat Kawi Mojoroto ketika lampu lalu lintas menyala merah.
Saat lampu menyala hijau, tiba-tiba Honda Scoopy dikendarai Mujayatun (50) membonceng Septia Dina Putri Ekta (22) warga Kelurahan Dermo Kecamatan Mojoroto Kota Kediri ini melaju dari arah belakang, dan berusaha mendahului Bus Bagong. Kejadian tersebut membuat korban Septia Dina Putri Ekta meninggal dunia dengan luka lecet bagian wajah dan memar bagian perut. Sedangkan, Mujayatun mengalami luka lecet di pipi sebelah kanan dan nyeri di perut.










