Kabupaten Penderita ODGJ Tertinggi Di Jatim, Pemkab Bangkalan Serahkan 9 Penderita ODGJ Ke RSJ Menur

oleh -

Bangkalan, Arahjatim.com – Pemerintah kabupaten Bangkalan menjadi kabupaten dengan Penderita Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tertinggi di Jawa Timur. Sebanyak 112 orang sedang mengalami penyakit kejiwaan tersebut.

Data ini memaksa pemerintah kabupaten Bangkalan melakukan tindakan bagi penderita ODGJ guna menekan angka pertumbuhan di Bangkalan sendiri. Langkah itu diambil melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan dengan menyerahkan Sembilan penderita gangguan jiwa kepada pihak Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Penyerahan penanganan penderita ODGJ  kepada RS Menur itu berkenaan dengan program pemerintah provinsi Jawa Timur dalam Jatim bebas pasung.

Kepala Dinas DInkes Bangkalan, H Sudiyo menyampaikan rincian dari sembilan orang yang diserahkan kepada pihak RSJ Menur dengan enam orang berjenis kelamin laki-laki, serta tiga orang berjenis kelamin perempuan.

“Kali ini kami pada tahapan pertama ini menyerahkan Sembilan orang dengan gangguan jiwa. Enam orang berjenis kelamin laki-laki dan tiga orang perempuan,” tuturnya.

Menurutnya, kabupaten Bangkalan mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah provinsi Jawa Timur, selain dengan kasus ODGJ tertinggi, pemerintah provinsi Jawa TImur tak ingin menelantarkan penderita ODGJ, pemprov ingin ada kelanjutan yang baik perihal kesembuhan para penderita ODGJ tersebut.

Di lain pihak, Hafidin Ilham selaku DIrektur RSJ Menur menjelaskan bahwa pihaknya dipasrahi oleh Dinas Sosial (Dinsos) provinsi Jatim yang didukung oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan dalam menjalankan program pemerintah provinsi bebas pasung.

“Kali ini kami membebaskan sembilan penderita ODGJ yang akan kami rawat di RSJ Menur, nantinya setelah sembuh akan kami serahkan pada Dinsos Jatim untuk dilakukan sosialisasi, baru setelah itu dipulangkan ke keluarganya,” papar Hafidin.

Hafidin menambahkan, selain memberikan penanganan terhadap pasien penderita ODGJ, pihak rumah sakit juga akan memberikan pengertian pada keluarga dan petugas. Ketika dipulangkan dan kambuh agar tidak dilakukan pemasungan.

“Melainkan nanti jika pulang dan kambuh lagi untuk segera menghubungi Dinkes dan Programer di masing-masing daerah. Ini merupakan sebagian tugas kami untuk menjalankan tugas dari pemprov Jatim bebas pasung,” imbuhnya.

Sementara itu, Matur Huzairi anggota komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi Jawa Timur berharap agar angka ODGJ di Kabupaten Bangkalan bisa berkurang.

“Semoga angka 112 penderita di Bangkalan ini berangsur-angsur bisa berkurang,” ujar Matur.

(fik)