JCH Ikhlas Atas Penundaan Pemberangkatan Jemaah Haji

oleh -

Banyuwangi, ArahJatim.com – Penundaan pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) tahun 2020 oleh Kementrian Agama akibat Covid-19 disikapi beragam oleh para jemaah. Selain banyak yang kecewa, namun ada pula sejumlah jamaah bisa menerima dengan keputusan yang diambil oleh pemerintah.

Sebab penundaan pemberangkatan haji yang diambil oleh pemerintah merupakan keputusan yang tepat demi keamanan, dan kesehatan para jemaah. Karena virus corona atau Covid-19 hingga saat ini juga masih menyerang negara Arab Saudi.

Baca Juga  : Pasien Positif Corona Banyuwangi Bertambah Lagi, Satu dari Klaster Pelatihan Haji Surabaya

Nasruhin salah seorang JCH asal Dusun Krajan, Desa Parijatah Wetan, Kecamatan Srono ini contonya, dirinya yang sedianya akan berangkat bersama istrinya ini hanya bisa pasrah terkait penundaan keberangkatan ke tanah suci Mekah. Selain itu dirinya juga mengaku ada hikmah dibalik penundaan pemberangkatan haji yang sudah ditunggu sejak 10 tahun ini.

“Ya gimana lagi sudah menjadi keputusan pemerintah. Kalau memang ditunda, ya kita tunggu saja. Apalagi sekarang sedang musim corona. kalau dipaksakan berangkat juga khawatir keamanan dan kesehatan keluarga. Kita ambil hikmahnya saja,” ucap Nasruhin, Kamis (4/6/2020) sore di rumahnya

Pria yang kesehariannya sebagai pengusaha barang bekas ini menambahkan, dengan penundaan pemberangkatan haji tahun ini, dirinya bersama istri akan terus mengasah ilmu agama lebih dalam lagi. Agar pada pelaksanaan ibadah haji nanti bisa dijalankan dengan sempurna.

“Saya dan keluarga berharap terus diberikan kesehatan dan panjang umur, diberi kekuatan lahir batin. Sehingga tahun depan bisa berangkat haji. Karena berangkat atau tidaknya itu apa kata yang di atas. Kita terima dengan iklas saja,” tambah pria yang biasa dipanggil, Dedek ini.

Diberitakan sebelumnya, Imbas dari kebijakan Kementerian Agama yang menunda pemberangkatan jemaah haji tahun 2020, sebanyak 1.021 Jemaah Calon Haji (JCH) Banyuwangi batal berangkat ke tanah suci Mekah.

Baca Juga  : Ketua DPD La Nyalla: Banyuwangi Siap Masuki New Normal Pelayanan Publik

Menyikapi kondisi ini, Kantor Kemenag Banyuwangi meminta kepada masyarakat agar bisa mengambil hikmah atas kebijakan tersebut.

Kasi Ibadah Haji Kantor Kemenag Banyuwangi, M. Jali mengatakan, keputusan penundaan pemberangkatan haji memang berat diterima, khususnya para jamaah yang sudah melunasi biaya haji, dan dijadwalkan berangkat ke Baitullah tahun 2020 ini. Namun, kebijakan ini merupakan kebijakan yang terbaik, mengingat pandemi Covid-19 juga menyerang negara Arab Saudi.

“Kita sebagai instansi vertikal tentu mengikuti kebijakan dari pusat. Tapi menurut saya ini keputusan yang terbaik di tengah pandemi Covid-19 seperti ini. Kementerian Agama menjamin, bagi JCH yang batal berangkat tahun ini akan diprioritaskan berangkat pada Tahun 2021,” kata M. Jali saat dihubungi wartawan melalui ponselnya, Selasa (2/6/2020). (ful/fm)