Banyuwangi, ArahJatim.com – Seorang jemaah haji asal dusun Sidorejo Wetan, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi wafat di dalam pesawat saat menempuh perjalanan pulang dari tanah suci menuju Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Senin (2/9/2019) dini hari. Jemaah haji bernama Munandir (81), meninggal dunia diduga sakit maag yang dideritanya kambuh.
Munandir tergabung dalam kloter 48 Embarkasi Surabaya. Saat melaksanakan ibadah haji, Munandir ditemani oleh istrinya, Munah usia 74 tahun. Dari keterangan istrinya, kondisi almarhum memang sempat memburuk sejak berada di dalam pesawat terbang Saudi Arabia Airline (SAA) yang ditumpanginya.
Munandir diketahui beberapa kali muntah dan terlihat lemas saat berada di dalam pesawat. Petugas kesehatan yang mendampingi jemaah haji pun sempat melakukan tindakan medis hingga memberi cairan infus. Namun takdir berkata lain, sekitar pukul 17.15 waktu Arab Saudi, kakek yang biasa dipanggil Nandir tersebut dinyatakan telah meninggal dunia.
Tim medis yang menangani almarhum menyatakan bahwa almarhum meninggal dunia diduga kuat memang karena penyakit yang dideritanya kambuh. Saat melaksanakan ibadah haji di Arab Saudi, penyakit maag yang dialami Nandir memang sempat beberapa kali kambuh. Namun seperti tidak dirasakan dan memilih untuk menyelesaikan ibadah haji hingga tuntas.
”Meninggalnya jam 5 di pesawat. Awalnya mau dikasih makan tapi tidak mau akhirnya diberi infus. Waktu di Arab Saudi suami saya baik-baik saja, baru waktu mau pulang ke Indonesia ini kondisinya sedikit drop,” kata Munah, istri Munandir saat di rumah duka.
Jenazah Munandir tiba di rumah duka Senin sore. Setelah dimandikan dan disalatkan, jenazah Munandir langsung dimakamkan di pemakaman umum di Dusun Sidorejo Wetan, Desa Yosomulyo. Dari data Kemenag Banyuwangi, sisa jemaah haji Banyuwangi yang tergabung pada kloter 49 dan 50 akan tiba di Bandara Internasional Juanda, Surabaya pada Selasa dini hari.
”Iya betul ada yang meninggal dunia. Jemaah haji asal Banyuwangi yang meninggal dunia cuma satu, mudah-mudahan yang lainnya bisa kembali ke Tanah Air dengan selamat dan sehat semuanya,” kata Moch Jali, Kasi Haji dan Umrah Kemenag Banyuwangi. (ful)










