1.021 JCH Banyuwangi Batal Berangkat ke Tanah Suci, Ini Kata Kemenag

oleh -

Banyuwangi, Arahjatim.com – Imbas dari kebijakan Kementerian Agama yang menunda pemberangkatan jemaah haji tahun 2020, sebanyak 1.021 Jemaah Calon Haji (JCH) Banyuwangi batal berangkat ke tanah suci Mekah. Menyikapi kondisi ini, Kantor Kemenag Banyuwangi meminta kepada masyarakat agar bisa mengambil hikmah atas kebijakan tersebut.

Menurut Kasi Ibadah Haji Kantor Kemenag Banyuwangi, M. Jali, keputusan penundaan pemberangkatan haji memang berat diterima, khususnya para jemaah yang sudah melunasi biaya haji, dan dijadwalkan berangkat ke Baitullah tahun 2020 ini. Namun, kebijakan ini merupakan kebijakan yang terbaik, mengingat pandemi Covid-19 juga menyerang negara Arab Saudi.

“Kita sebagai instansi vertikal tentu mengikuti kebijakan dari pusat. Tapi menurut saya ini keputusan yang terbaik di tengah pandemi Covid-19 seperti ini. Kementerian Agama menjamin, bagi JCH yang batal berangkat tahun ini akan diprioritaskan berangkat pada Tahun 2021,” kata M. Jali saat dihubungi wartawan melalui ponselnya, Selasa (2/6/2020).

Baca juga : Banyuwangi Sosialisasikan Normal Baru Bisnis Kuliner

Jali berharap JCH dapat mengambil hikmah atas kebijakan ini. Dengan adanya penundaan, ada waktu bagi JCH untuk memperdalam lagi keilmuannya. Sehingga saat melaksanakan rukun Islam kelima pada tahun 2021 nanti benar-benar menjadi haji yang mabrur.

Dalam waktu dekat pihaknya juga akan membagikan buku manasik haji yang sudah dicetak oleh Kementerian Agama, dengan tujuan bisa dipelajari dan didalami oleh JCH.

“Yang paling penting, menurut saya diambil hikmahnya. Karena jadwal sekarang ditunda, ada waktu 1 tahun memperkaya ilmunya. Buku manasik juga sudah dicetak oleh Kementrian Agama,” tambah M. Jali.

Sementara itu, misalkan ada JCH yang keberatan berangkat pada Tahun 2021 dan memilih mengambil kembali biaya haji yang sudah dibayarkan juga tidak menjadi persoalan. Namun jika keputusan tersebut benar-benar diambil, akan menjadi kerugian besar bagi JCH yang memilih mengambil kembali biaya haji yang sudah dibayarkan.

Baca juga : Pengasuh Pesantren di Banyuwangi Siap Terapkan Konsep New Normal

“Misal tahun depan ada JCH keberatan berangkat dan meminta kembali biaya haji, dananya bisa diambil. Tinggal yang bersangkutan membuat pernyataan dan mengajukan permohonan tertulis. Kita akan tindaklanjuti ke pusat. Jelas rugi, baik dari sisi ekonomi maupun masa tunggu jelas akan lebih lama lagi,” tutup M. Jali. (ful/fik)