Kediri, ArahJatim.com – Gedung Jayabaya Pemerintah Kota Kediri menjadi saksi berkumpulnya puluhan mahasiswa terpilih dari berbagai penjuru Nusantara pada Sabtu (1/8/2026). Sebanyak 44 peserta perwakilan cabang HMI se-Indonesia—mulai dari Ambon, Kendari, Bombana, Makassar, hingga wilayah Sumatra dan Kalimantan, hadir dalam Pembukaan Training Raya Tingkat Nasional HMI Cabang Kediri Periode 2025–2026.
Agenda penting organisasi ini memadukan dua jenjang perkaderan strategis, yaitu Intermediate Training (LK II) yang diikuti 34 peserta dan Senior Course (SC) dengan 10 peserta, yang dijadwalkan berlangsung pada 1–6 Agustus 2026 di Wisma Yosanes Posarang, Semen, Kabupaten Kediri.
Di balik riuk pikuk pembukaan, pencerahan mendalam disampaikan oleh Ketua MD KAHMI Kota Kediri sekaligus Anggota & Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Kediri Periode 2024–2029 dari Dapil 3 Kecamatan Mojoroto, Imam Wihdan Zarkasyi, ST., MM.
Imam Wihdan: Kristalisasi Nalar Membutuhkan Kedalaman Data
Saat memberikan Stadium General bertajuk “Kristalisasi Nalar Intelektual Kader HMI dalam Menghadapi Krisis Energi, Ekologi, dan Pangan Nasional”, Imam Wihdan mengulas secara filosofis sekaligus praktis tantangan intelektual yang dihadapi generasi muda saat ini.
Menurut Imam, gagasan besar mengenai akselerasi menuju masyarakat berdaulat, adil, dan makmur tidak bisa lahir dari asumsi dangkal atau kerja serba instan.
“Kristalisasi nalar intelektual itu tidak bisa dikerjakan cuma sebentar. Kita tidak ingin kader jebolan LK II ini tiba-tiba ingin punya solusi, tetapi melompati proses pengumpulan data yang akurat. Jangan sampai datanya tidak cukup, lalu buru-buru mengambil keputusan sehingga formulasinya tidak relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat,” tegas Imam Wihdan.
Imam menambahkan, ruang pelatihan nasional seperti LK II harus dimanfaatkan secara efektif sebagai forum studi tiru antar-wilayah. Setiap kader yang datang membawa realitas, kelebihan, serta persoalan daerah asal masing-masing untuk diramu bersama.
“Forum ini sangat efektif. Teman-teman dari luar Jawa membawa cerita keberhasilan dan kekurangan daerahnya, begitu juga sebaliknya. Dari silaturahmi pemikiran inilah, kita bisa menyusun rekomendasi dan formulasi solusi yang spread-nya lebih luas, tidak lagi sempit di skala lokal saja,” imbuhnya.
Ia pun berharap gagasan yang lahir dari rahim perkaderan Kediri ini nantinya sanggup menjadi rumusan rekomendasi konkret yang dapat diserap oleh pemerintah daerah maupun pusat.
Dorongan Ketahanan Pangan dan Karya Jurnal Ilmiah
Gagasan mendalam dari Imam Wihdan tersebut selaras dengan arah yang dirancang oleh pengurus HMI Cabang Kediri. Ketua Umum HMI Cabang Kediri, Chanifan Ibadi F. H., menyampaikan bahwa fokus isu energi, lingkungan, dan pangan dipilih karena dampaknya yang langsung dirasakan masyarakat saat ini.
Sebagai wujud konkret pemikiran intelektual, para peserta LK II dan SC diwajibkan menyusun karya jurnal ilmiah sebagai syarat kelulusan. Selama enam hari ke depan, peserta akan digembleng oleh sekitar 35 pemateri nasional dan lokal, termasuk akademisi Universitas Al-Azhar Kang Ujang Komarudin, fungsionaris PB HMI, serta para alumni senior.
Respon dan Dukungan Pimpinan Daerah
Semangat yang ditekankan oleh Imam Wihdan mendapat apresiasi hangat dari para pimpinan Pemkot dan DPRD Kota Kediri yang turut hadir membuka acara.
Ketua DPRD Kota Kediri periode 2024–2029, Dra. Firdaus dari Partai Amanat Nasional (PAN), dalam sambutannya mengajak para kader untuk terus memegang teguh komitmen perjuangan dan nilai Yakin Usaha Sampai (Yakusa) sebagai fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan publik dan korupsi.
Sementara itu, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menyambut hangat seluruh delegasi HMI dari seluruh Indonesia. Vinanda menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kediri siap membuka ruang kolaborasi dan menerima masukan kritis-konstruktif dari mahasiswa demi mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan serta berwawasan lingkungan. (das)










