ICW Mendorong Pembukaan Sekolah Antikorupsi Di Daerah-Daerah

oleh -
ICW dan KRPK saat konferensi pers terkait tren korupsi di Jawa Timur sepanjang 2018. (Foto: arahjatim.com/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Komite Rakyat Pemberantasan Korupsi (KRPK) Blitar dan Indonesia Corruption Watch (ICW) menggelar konferensi pers “Tren Korupsi 2018” di Jawa Timur di Kantor KRPK Kota Blitar.

Dalam kesempatan itu Imam Nawawi, koordinator KRPK mengatakan, di Jawa Timur pada tahun 2018 terdapat 113 tersangka korupsi dari 38 kasus.

“Kasus tersebut terjadi di 28 daerah yang berada di Jatim, seperti 3 kasus di Ngawi, 4 kasus di Ponorogo, dan 3 kasus di Situbondo. Terbanyak yaitu pada kasus korupsi di DPRD Kota Malang dengan jumlah 18 tersangka,” ungkapnya.

Baca juga:

Lebih lanjut pihaknya mengatakan kasus yang ditangani pada semester 2 tahun 2018, kerugian negara mencapai 10,2 miliar rupiah.

Dengan banyaknya kasus korupsi di Jawa Timur, Kurniawan Rahmadana, Peneliti ICW mengatakan pihaknya mendorong pembukaan sekolah anti korupsi di daerah-daerah.

“Kita mendorong adanya sekolah anti korupsi di daerah dan nantinya mereka akan dibawa ke Jakarta untuk memperoleh ilmu terkait anti korupsi. Harapannya ketika mereka kembali mereka bisa menjadi agen-agen antikorupsi baru,” katanya.

Selain terhadap pemuda, ia menambahkan pihaknya juga juga telah melakukan pendidikan antikorupsi untuk PNS dengan harapan mereka lebih berdaya di aparatur sipil dan mereka bisa menjadi birokrat yang lebih baik.

“Selain itu kami juga, mencoba memberikan pendidikan kepada kepala desa yang ada di Larantuka Flores Timur, dan tahun ini kita akan mengadakan pendidikan anti korupsi kepada guru,” pungkasnya. (mua)