Kediri, ArahJatim.com – Suasana haru biru sekaligus penuh syukur menyelimuti para tamu Allah di Kabupaten Kediri. Sebanyak 1.205 Jamaah Calon Haji (JCH) resmi dilepas dalam acara Manasik Massal dan Pelepasan Keberangkatan yang digelar pada Selasa (7/4).
Mewakili Bupati Kediri, Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa (Mbak Dewi) hadir langsung untuk memberikan restu dan semangat kepada para jamaah yang telah lama menanti momen suci ini.
1. Pesan Penting: “Kesehatan Itu Mahal”
Mengingat perjalanan ibadah tahun ini akan berhadapan dengan cuaca panas ekstrem di Arab Saudi, Mbak Dewi memberikan perhatian khusus pada kondisi fisik para jamaah, terutama kaum lansia.
”Berangkat sehat, pulang harus sehat dan lengkap. Jangan meremehkan kesehatan karena itu modal utama ibadah di sana,” tegas Mbak Dewi.
Beliau juga membagikan “Protokol Aman” bagi para jamaah selama di Tanah Suci:
- Wajib Masker: Selalu gunakan saat beraktivitas di luar ruangan.
- Solidaritas Grup: Dilarang keluar maktab sendirian, harus selalu berkelompok.
- Izin Ketua: Selalu berkomunikasi dengan ketua rombongan sebelum bepergian.
2. Rahasia Penawar Rindu: Sambel Pecel Kediri!
Ada satu tradisi unik yang selalu dinanti: Sambel Pecel Khas Kediri. Sebagai bentuk perhatian tulus, Pemerintah Kabupaten Kediri membekali setiap jamaah dengan sambel pecel sebagai “obat kangen” masakan rumah.
Di tengah menu makanan di Arab Saudi nanti, aroma kacang dan pedas khas Kediri ini diharapkan mampu membangkitkan selera makan dan semangat para jamaah.
3. Kesiapan Teknis: Menuju Kloter 109-112
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kediri, KH. Kholiq Nawawi, memastikan mesin pemberangkatan sudah panas. Seluruh jamaah yang terbagi dalam empat kloter (109, 110, 111, dan 112) dinyatakan dalam kondisi medis yang sangat baik dan siap bertolak pada 19-20 Mei 2026.
4. Menatap Masa Depan: Bandara Dhoho Jadi Embarkasi 2027?
Kabar gembira juga datang dari Anggota Komisi VIII DPR-RI, KH. An’im Falachuddin Mahrus. Gus An’im membocorkan rencana besar bahwa pada tahun 2027, jamaah asal Kediri dan sekitarnya direncanakan bisa langsung terbang ke Tanah Suci melalui Bandara Internasional Dhoho.
”Ini terobosan luar biasa. Nantinya jamaah tidak perlu jauh-jauh ke Surabaya. Efisiensi waktu dan tenaga ini akan sangat membantu jamaah kita,” pungkasnya. (das)










