
Blitar, Arahjatim.com – Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, MM membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Koperasi Daerah Indonesia (Dekopinda) Kabupaten Blitar yang dilaksanakan di salah satu rumah makan di Kota Blitar, Selasa (2/4/2019).
Acara tersebut, juga dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar, serta wakil Kakanwil Dekopinwil Jatim.
Dalam sambutannya, Bupati Blitar Rijanto menyatakan, Rakerda ini ini dilakukan sebagai bahan evaluasi program kerja, dan kemudian dijadikan pijakan untuk menyusun langkah strategis rancangan program kerja, untuk menjawab berbagai tantangan dan permasalahan koperasi.
“Jadi permasalahan yang timbul saat ini antara lain terkait sumber daya manusia (SDM), penggunaan teknologi, regulasi yang mendukung gerakan koperasi, kebutuhan permodalan koperasi serta minimnya minat pemuda untuk terjun di dunia koperasi,” papar Rijanto.
Rijanto mengakui kalau sekarang ini sudah zaman serba digital. Dan dia ingin nanti seluruh koperasi di Kabupaten Blitar yang jumlahnya mencapai 700 lebih ini bisa berinteraksi dengan teknologi digital.
“Hanya sayangnya kita belum ada database koperasi secara lengkap. Membuat seperti tiap RAT kita datang kalau ada masalah kita panggil, lha ini sudah tidak zamannya. Makanya kita ikuti arahan Dekopin untuk pendampingan peningkatan SDM,” pungkasnya
Baca juga:
- Guna Memberi Wawasan Koperasi Pada Pelajar, Pemkab Blitar Gelar Kompetisi Koperasi Siswa.
- Bupati Blitar Buka Musrenbang RKPD Kabupaten Blitar Tahun 2020.
Sementara Wakil Ketua Dekopinwil Jawa Timur, Sri Untari, mendorong seluruh koperasi yang ada di Kabupaten Blitar, untuk mengikuti perkembangan zaman menghadapi revolusi industri 4.0.
“Kalau tidak mengikuti perkembangan maka bisa jadi fosil. Saya berharap koperasi di Jawa Timur ikut dalam modernisasi. Caranya ikuti teknologi financial,” tegasnya, saat menghadiri Rapat Kerja Daerah di Blitar.
Untuk itu, Untari berharap pemerintah turut memberi bantuan kepada koperasi di tengah zaman revolusi industri 4.0 yang serba terkomputerisasi terhubung di jaringan internet.
“Kabupaten Blitar ini potensinya besar dengan jumlah koperasi yang banyak. Kita harap pemerintah memberi bimbingan teknis berupa pelatihan-pelatihan seperti membuat aplikasi seperti di koperasi saya di Malang, anggotanya bisa beli pulsa, token listrik, PDAM cukup melalui HP,” katanya. (Adv.hms.mua)










