FRPB dan RAPI Pamekasan Pantau 23 PMI yang Baru Tiba dari Malaysia

oleh -

Pamekasan, ArahJatim.com Guna membendung sebaran Covid-19 di Pamekasan, relawan FRPB (Forum Relawan Penanggulangan Bencana) Pamekasan dan Komunitas RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) Pamekasan yang tergabung di TIC (Tim Imunitas Corona) Bakorwil 4 Pamekasan, terus memonitor dan melakukan sterilisasi terhadap setiap kedatangan para PMI (Pekerja Migran Indonesia).

Rombongan PMI asal Pamekasan yang tiba di Terminal Ronggosukowati, Pamekasan, Senin (18/5/2020) pukul 22.30 wib itu langsung disambut oleh tim TIC Covid-19 Bakorwil 4 Pamekasan dengan melakukan penyemprotan disinfektan terhadap semua barang bawaan.

Setelah dinyatakan aman, rombongan kemudian diterima oleh anggota Tim Kewaspadaan Dini di Daerah (TKDD) Terminal Ronggosukowati Pamekasan, Senin malam itu juga.

Menurut Sekretaris TIC COVID-19 Bakorwil 4 Pamekasan, Syamsul Hidayat, setelah melewati tahap pemeriksaan kesehatan dan pendataan oleh petugas tim Covid-19 Provinsi Jawa Timur, rombongan PMI yang berjumlah 23 orang dipulangkan ke desa masing-masing.

“Rombongan 23 orang PMI telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pendataan oleh petugas tim Covid-19 Provinsi Jawa Timur sebelum dipulangkan ke seluruh desa yang ada di Pamekasan,” paparnya.

Baca juga:

Para PMI ini melanjutkan perjalanan menuju rumah masing-masing dengan dijemput keluarganya setelah dilakukan pemeriksaan dan pendataan.

“Selama pemeriksaan dan pendataan berjalan dengan tertib, aman dan lancar serta tidak ditemukan masalah yang menonjol,” ungkapnya kepada koresponden ArahJatim.com, Senin (18/05/2020).

Syamsul Hidayat menjelaskan, pemeriksaaan rombongan PMI ini bertujuan untuk membendung penyebaran virus Covid-19 di wilayah Pamekasan.

“Pemeriksaan dan penyemprotan barang-barang bawaan PMI asal Pamekasan yang baru pulang dari Malaysia, bertujuan untuk mencegah penyebaran virus Covid 19. Meskipun telah dilaksanakan rapid test di Surabaya dengan hasil ke-23 orang PMI tersebut negatif,” jelas Syamsul.

“Para PMI ini juga kami imbau untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Serta melapor kepada satgas kecamatan dan desa agar tetap terpantau dan termonitor oleh satgas kecamatan dan desa,” tegasnya. (ndra)