Komisi III DPRD Pamekasan Sindir Pemkab Pamekasan Terkait Covid-19

oleh -

Pamekasan, ArahJatim.com – Penambahan korban akibat virus corona tak bisa dibendung, penambahan ini terjadi lantaran penyebaran virus yang sulit dihentikan, ini membuat Ketua Komisi III DPRD Pamekasan angkat bicara.

Dalam konferensi pers, anggota fraksi partai Demokrat berbicara terkait kondisi masyarakat Pamekasan, ia mengatakan, “Kalau membaca dari skala bahwasanya kondisi RSUD SMART masih menyediakan satu ruang khusus yang hanya bisa menampung 4 sampai 6 orang, sementara kondisi masyarakat yang berada di tempat perbelanjaan dan jalanan semakin tak terkontrol,” ujarnya.

Sedangkan himbauan yang disampaikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahwa semua masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah wajib memakai masker, misalnya di tempat-tempat belanja tradisional maupun modern, hingga kini belum ada yang mengikuti segala anjuran yang ada, salah satunya aturan protokol Covid-19.

Pemerintah daerah Pamekasan tengah mewanti-wanti warga Pamekasan agar lebih tertib dalam menjalankan aturan, hal ini disebabkan masih banyaknya penduduk yang acuh pada aturan darurat covid-19. Terlebih di tempat-tempat keramaian yang mewajibkan masyarakat harus berkumpul.

Karena di tempat seperti itulah masyarakat tidak lagi mengindahkan physical distancing, maka fraksi Demokrat DPRD Pamekasan meminta pihak Pemerintah Daerah segera membuat sebuah kebijakan kepada pemilik toko dan tempat grosir yang tidak menyediakan masker, kemudian tidak menjaga physical distancing, harus di tindak,” pinta Ismail.

Menurutnya, langkah tersebut sebagai tindakan antisipasi terhadap sebaran Covid-19. Karena setiap hari data kasus COVID-19 di kabupaten Pamekasan mengalami penambahan pasien positif.

“Jika tidak ada tindakan akan sangat berbahaya sekali kalau ini kemudian terus dibiarkan,” tegas Ketua Komisi III DPRD Pamekasan.

Tindakan tegas dari pemerintah terhadap toko modern agar menyediakan masker untuk para pegawainya agar sebaran Covid-19 bisa dihentikan.

“Jikalau tidak dilakukan maka janganlah harap Covid-19 di kabupaten Pamekasan segera berakhir, malah justru akan terus bertambah, baik tiap hari, tiap minggu bahkan dalam bulan yang akan datang,” ujarnya. (ndra)