Sumenep, ArahJatim.com – Bank BPRS Bhakti Sumekar memiliki aset yang cukup fantastis. Kini, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Sumenep itu telah memiliki aset Rp 1 triliun.
Hal itu diungkapkan Novi Sujatmiko, Direktur BPRS Bhakti Sumekar. Ia mengatakan, pada tahun 2020, aset perusahaan yang saat ini dipimpinnya sudah tembus Rp 1 triliun.
Kendati demikian, untuk meningkatkan kinerja BPRS Bhakti Sumekar, Pemkab Sumenep kembali memberi suntikan modal sebesar Rp 50 miliar atau sebanyak 10.000 lembar saham yang diserahkan secara simbolis di Rumah Dinas Bupati Sumenep, Senin (4/1/2021).
“Kami sampaikan terimakasih kepada pemerintah Kabupaten Sumenep di bawah kepemimpinan KH A Busyro Karim dan Achmad Fauzi yang telah memberikan kesempatan dan dukungan untuk terus menumbuhkembangkan BPRS Bhakti Sumekar menjadi bagian transaksi perbankan di lingkungan Pemkab Sumenep,” kata Novi saat penyerahan lembar saham secara simbolis.
Sementara itu, Bupati Sumenep KH A Busyro Karim yang hadir dalam kesempatan penyerahan saham secara simbolis memberikan arahan kepada pihak manajemen BPRS Bhakti Sumekar. Dalam sambutannya, politisi PKB ini berharap agar BPRS menjadi bagian dari transaksi perbankan yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat.
Selain itu, keberadaan BPRS Bhakti Sumekar dapat memberi manfaat kepada masyarakat.
Untuk mengembangkan perusahaan, suami Nurfitriana ini meminta agar pihak BPRS terus melakukan inovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Di antara yang menjadi titik tekan orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep adalah pelayanan yang cepat dan nyaman. Kedua poin itu dinilai akan meningkatkan kepercayaan masyarakat pada bank milik Pemkab Sumenep ini.
Tidak hanya itu, Bupati Busyro juga mengingatkan BPRS agar menyiapkan program yang bisa dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Program tersebut untuk mengantisipasi masa pandemi yang tidak diketahui kapan akan berakhir.
“Karena belum ada gambaran 2021 Covid-19 akan berakhir. Semua itu harus diantisipasi oleh BPRS,” pesannya. (ori).






