Jember, ArahJatim.com – Jember yang selama ini dikenal lewat Jember Fashion Carnival (JFC), ternyata menyimpan beragam pesona wisata lain yang tak kalah menarik. Untuk memperkenalkan kekayaan ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember menggelar Familiarisation Trip (Famtrip) bertajuk Hyang Argopuro. Acara yang berlangsung selama dua hari ini mengundang puluhan pelaku pariwisata dari berbagai kota, termasuk Surabaya, Sidoarjo, Pati, dan Semarang, untuk secara langsung merasakan pengalaman wisata unggulan Jember.
Menggali Potensi Wisata Jember dari Hutan hingga Pantai
Perjalanan dimulai dari pabrik cerutu Bin Cigar di Sukorambi. Di sini, para peserta tidak hanya belajar tentang sejarah tembakau dan cerutu, tetapi juga berkesempatan membuat cerutu sendiri. “Ini pengalaman yang berbeda,” kata Deddi, salah satu peserta, yang mengaku terkesan dengan proses pembuatan cerutu yang bisa ia praktikkan langsung.
Destinasi berikutnya adalah Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) di Rambipuji. Lembaga riset yang sudah berusia lebih dari 110 tahun ini mengajak peserta menelusuri perkebunan, melihat proses pengolahan, dan mencicipi aneka produk olahan kopi dan cokelat yang lezat.
Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke Batik Resti di Ambulu. Sebagai sentra UKM batik, tempat ini membuka wawasan peserta tentang proses pembuatan batik tulis dan cap, serta memamerkan beragam produk jadi yang siap pakai.
Menjelang sore, rombongan tiba di Pantai Watu Ulo. Selain keindahan alamnya, pantai ini juga menawarkan suasana unik, di mana peserta bisa menikmati makan malam ikan bakar khas lokal sambil diiringi musik akustik. Pengalaman ini memberikan kesan mendalam bagi Eko, peserta dari Pati dan Semarang, yang berharap Pantai Watu Ulo bisa menjadi magnet wisata baru bagi para turis luar kota.
Membangun Jaringan Pariwisata yang Lebih Luas
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Jember, Deta Irama Kasih, menjelaskan bahwa famtrip ini memang sengaja dirancang untuk mengundang para pelaku pariwisata dari luar kota. Tujuannya adalah untuk memperluas jaringan dan mempromosikan Jember tidak hanya sebagai kota karnaval, tetapi juga sebagai destinasi yang kaya akan wisata alam, budaya, dan agrikultur.
Acara famtrip ditutup dengan bermalam di Hotel Rembangan dan menyaksikan event budaya Hyang Argopuro di Lapangan Arjasa. Diharapkan, pengalaman langsung yang didapatkan oleh para peserta ini bisa memicu lahirnya paket-paket wisata baru yang lebih beragam, sehingga mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan ke Jember. (Nsl)










