Dugaan Jual Beli Masuk PPDB SMUN Bukan Isapan Jempol. Temuan Anggota DPRD Jatim – Persiswa Sampai 20 Juta

oleh -
oleh

Tulungagung, ArahJatim.com – Lagi lagi bukan barang baru, pasca tahun ajaran baru, masalah mencari sekolah bagi putra putrinya para orang tua selalu memiliki cerita yang hampir sama setiap tahun, selalu berulang. Ada masalah zonasi yang menyimpang, adanya sisipan siswa siluman, selalu saja ada.

Dugaan adanya jual beli bangku( istilah populer lolos masuk ) saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sejumlah sekolah di Tulungagung, rupanya bukan isapan jempol belaka. Keberanian orang tua siswa, untuk mengungkap adanya jual beli bangku ini sudah mulai di sampaikan kepada tokoh yang dianggap mampu menyuarakan keprihatinan mereka.

Anggota legislatif provinsi Jawa Timur dari partai Golkar, Mochamad Alimin dalam rilisnya, 19/7/2023, mengatakan, ada orang tua yang memberikan pengakuan mengejutkan usai mendaftarkan anaknya ke sekolah lanjutan atas (SLTA) di Tulungagung.

pasang iklan_rev3

” Ini asli, bukan hanya katanya. Kolega saya, didapil VI ini dikenakan sejumlah uang, untuk masuk ke sekolah yang disebutkan sebagai favorit.

Dua sekolah (SLTA) telah melakukan jual beli bangku, dan ini memprihatinkan.

Saya punya catatan nama nama teman saya yang menyampikan ini,” ujarnya kepada media, termasuk ArahJatim.com.19/7/2023.

Masih menurut Alimin, untuk masuk ke fakta ini, siapapun bisa melihat dengan melakukan investigasi ke sekolah di Tulungagung seperti SMA Kedungwaru (SMUKed) dan SMA Boyolangu (SMU Boy).

“Pelanggaran Kemendikbud tentang aturan zonasi, orang-orang jauh bisa masuk, data di lapangan ada,” tambahnya.

Kebiasaan memperjual belikan bangku ini, sudah saatnya dihentikan agar keadilan mendapatkan pendidikan benar-benar dirasakan masyarakat di Tulungagung.

“Ini bisa tuman (menjadi kebiasaan), harus dikritisi dan dihentikan praktek yang tidak mendidik dan merugikan,” jelasnya lagi.

Ia belum mau menjelaskan, langkah apa yang akan dilakukan, terkait adanya aspirasi atau temuan yang dianggap sebagai perilaku koruptif ini. Tetapi dirinya berjanji akan melakukan upaya kerja kerja dewan, sebagaimana tugasnya sebagai legislator, hanya kapan, dirinya masih belum menjelaskan.

Sementara itu, kepala sekolah SMA Negeri 1 Kedungwaru, Nurodin saat dikonfirmasi media ArahJatim.com Jumat 21/7/2023, mengaku tidak tahu. Dirinya membantah kalau lembaganya terlibat ada jual beli bangku.

“Tidak ada, sekolah kami tidak melaksanakan itu. Kita telah melaksanakan PPDB sebagaimana mestinya. Kalau diluar, atau dilakukan orang lain, atau pihak lain, kami tidak tahu,” ucapnya, Jumat (21/7/2023).

Namun demikian, Nurhodin tidak menampik jika ada oknum atau pihak lain yang mengambil kesempatan PPDB untuk mencari keuntungan pribadi atas nama sekolah.

“Tapi entah kalau ada oknum yang melalukan itu (jual beli bangku), untuk pihak sekolah tidak ada,” tegasnya.

Sementara itu, untuk mendapatkan klarifikasi dari pihak SMUN Boyolangu ( SMU Boy ) kepala sekolahnya Muji Rahayu, belum bersedia menjawab, terkait persoalan ini. (dni)

No More Posts Available.

No more pages to load.