Dua Kru Kapal Diamond Princess Asal Banyuwangi, Mengaku Was-Was

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49548309538_c8791ed610_b.jpg
Richy Haris Fransseda Romaz warga Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, salah seorang dari 78 kru Indonesia di Kapal Pesiar Diamond Princess yang masih di karantina di Jepang. (Foto: arahjatim.com/dok.pribadi)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Dua dari 78 kru Indonesia di Kapal Pesiar Diamond Princess yang masih dikarantina di Jepang adalah warga Banyuwangi. Keduanya adalah, Richy Haris Fransseda Romaz warga Kecamatan Siliragung dan Dany setiawan warga Kecamatan Genteng.

Keduanya saat ini juga masih terikat kontrak di kapal Diamond Princess yang bekerja di Departemen Galley sebagai koki. Selama bekerja, keduanya selalu menjaga sanitasi lingkungan. Pihak kapal (company) juga selalu melakukan sterilisasi di beberapa ruangan kapal.

“Kondisi saat ini semua berjalan baik. Kita juga masih bekerja seperti biasa. Sif saya bekerja antara jam 9 malam sampai 9 pagi. Tapi semuanya tergantung kita, kalau kita kerjanya cepat ya kita dapat break lebih,” ujar Richy Haris Fransseda Romaz warga Banyuwangi yang masih dikarantina di Jepang kepada sejumlah wartawan, saat diwawancarai via inbox Facebook, Senin (17/2/2020).

Baca juga:

Richy menambahkan, hingga saat ini dirinya, dan temannya masih dalam masa karantina bersama kapal Diamond Princess mulai tanggal 5 Februari sampai dengan tanggal 19 Februari 2020 mendatang. Meski dinyatakan negatif terpapar virus corona, 78 kru Indonesia merasa was-was. Sebab mereka satu lingkup dengan beberapa orang penumpang yang saat ini positif virus corona.

Kecemasan WNI yang berada di kapal pesiar Diamond Princess sangat beralasan. Sebab saat ini para WNI masih bekerja di lingkungan yang terkontaminasi virus Corona, meski penumpang Diamond Princess yang positif terkena virus corona sudah dikarantina di beberapa kamar kapal.

Menurut Richy, meski dinyatakan negatif terpapar virus corona, 78 kru Indonesia merasa was-was. Sebab mereka satu lingkup dengan beberapa orang penumpang yang saat ini positif virus corona. (Foto: arahjatim.com/dok.pribadi)

Mereka juga tidak diizinkan berinteraksi dengan kru maupun penghuni lain di luar kamar. Tindakan karantina yang dilakukan di Diamond Princess, dinilai sudah bagus. Sebab penumpang yang diisolasi di kamar tak bersinggungan langsung dengan yang lain.

“Semua kru di sini 78 orang dari Indo semuanya baik-baik saja, tapi dalam keadaan was-was. Untuk proses karantina sendiri cuma buat passengger yang diisolasi dalam kamar. Untuk kru semua tetap beraktivitas seperti biasa. Tindakan karantina ini menurut saya langkah bagus guna mencegah penyebaran virus tersebut,” tambah Richy Haris Fransseda Romaz yang masih berada di dalam kapal pesiar Diamond Princess.

Sebanyak 258 dari 3.711 penumpang kapal pesiar Diamond Princess dikabarkan positif terkena COVID-19, saat ini tengah dilakukan karantina. Sebelumnya, kapal pesiar dikarantina setelah diketahui salah seorang penumpang yang turun di Hong Kong terdeteksi positif mengidap virus corona.

Akibatnya, seluruh penumpang kapal harus menjalani karantina selama 2 minggu terhitung sejak waktu pelayaran pertama. Dalam kapal tersebut, 78 WNI yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK), dikabarkan dalam kondisi sehat tidak terinfeksi COVID-19. (ful)