Ini Cerita Mahasiswa Banyuwangi Setelah Jalani Observasi di Natuna

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49545656647_312b15a7c5_b.jpg

Banyuwangi, ArahJatim.com – Setelah menjalani masa observasi selama 14 hari di Pulau Natuna, Alfayed Falah Sucipto (20) mahasiswa asal Banyuwangi yang kuliah di Yangtze University, Kota Jingzhou, Povinsi Hubei, Cina akhirnya tiba di kampung halamannya di Dusun Pekulo, Desa Kepundungan, Kecamatan Srono, Minggu (16/2/2020) sore.

Alfayed memilih berpisah dengan puluhan mahasiswa dari Jawa Timur lainnya saat tiba di Jakarta dan memilih penerbangan langsung menuju Bandara Blimbingsari menggunakan pesawat Garuda. Dengan harapan bisa segera bertemu dengan orang tuanya yang sudah menunggu.

Tiba di Bandara, Alfayed langsung disambut hangat oleh kedua orang tuanya, Sucipto dan Endang Yuliatin. Bahkan ibu kandung Alfayed tampak tidak mau melepas genggaman tangan anaknya, dan berulang kali mencium pipi Alfayed sebagai tanda rindu yang mendalam.

Pihak orang tua mengaku sangat senang, Alfayed dinyatakan sehat dan negatif dari virus corona. Orang tua berharap, masyarakat bisa menerima anaknya dengan baik di kampung halamannya.

“Tentunya sangat senang anak saya bisa kembali pulang ke rumah dengan sehat. Awal saya jemput di Bandara tadi saya langsung ajak dia minum es kelapa muda tak jauh dari Bandara. Saya tidak takut, karena yakin anak saya sehat. Kami berharap semua pihak yang datang ke rumah saya tidak perlu takut apalagi sampai pakai masker. Soalnya anak saya sudah bener-benar sehat. Itu juga agar tidak menyinggung perasaan anak saya dan kami pribadi sebagai orang tua,” kata Sucipto, ayah kandung Alfayed saat ditemui di rumahnya.

Selama menjalani masa observasi di Pulau Natuna, Alfayed mengaku sangat senang dan berterima kasih kepada pemerintah yang telah memulangkannya dari Kota Wuhan. Dirinya juga mendapatkan perlakukan dan pelayanan yang sangat baik dari petugas selama di Pulau Natuna.

“Kondisi Cina saat ini benar-benar sudah berubah, banyak blokade jalan dan jalan sudah sangat sepi padahal Kota Wuhan itu termasuk kota metropolitan. Saya kuliah bukan di kota Wuhan, tapi di kota Jiangzhou atau sekitar 90 km dari Kota Wuhan. Karena saya pulang ke Indonesia harus lewat kota Wuhan, otomatis saya harus ikut karantina di Natuna bersama WNI lainnya. Saya berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia, Pak Joko Widodo, pihak Menkes, BNPB, utamanya TNI yang sudah memulangkan, dan mendampingi kami secara baik seperti keluarga sendiri selama di Natuna,” kata Alfayed.

Para tetangga Alfayed juga mengaku tidak khawatir atas kedatangan mahasiswa yang baru saja tiba dari Kota Wuhan, Cina itu. Tetangga percaya bahwa setelah menjalani masa observasi di Pulau Natuna, seluruh WNI  yang kembali pulang ke kampung halamannya sudah dinyatakan sehat dan tidak terjangkit virus corona.

“Kami tidak khawatir sama sekali, malah tadi banyak tetangga yang datang ke rumah Mas Alfayed ini untuk sekedar menjenguk. Kan dia sudah diobservasi, tentunya sudah dinyatakan sehat. Alfayed ini termasuk anak yang kreatif di desa kami,” kata Andre Subandrio, tetangga Alfayed.

Sementara itu meski kini Alfayed sudah dinyatakan sehat dan negatif dari virus corona, namun dirinya masih belum mengetahui secara pasti kapan ia bisa kembali ke Cina. Dirinya berharap kondisi Cina bisa kembali pulih dan terbebas dari virus corona yang mematikan agar bisa kembali lagi ke Cina dengan tenang untuk melanjutkan pendidikannya. (ful)