Polresta Banyuwangi Ringkus Delapan Tersangka dan Amankan 37,47 Gram Sabu

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49548577031_1259337c91_b.jpg

Banyuwangi, ArahJatim.com – Peredaran obat-obatan terlarang terus menjadi atensi pihak Kepolisian Resort Kota (Polresta) Banyuwangi. Dalam sepekan operasi yang digelar oleh tim satuan narkoba berhasil mengungkap sedikitnya tujuh kasus peredaran narkoba di wilayah hukum Banyuwangi, dan menangkap delapan tersangka beserta barang bukti berupa 37,47 gram sabu, 12 pil ekstasi, 19 ribu pil koplo siap edar, Senin (17/2/2020).

Menariknya, dari tangan salah seorang pelaku peredaran narkoba bernama Windu Triyogi, warga Kelurahan Mandar, Banyuwangi, polisi berhasil mengamankan barang bukti cukup banyak mencapai 28,6 gram sabu dan 12 butir ekstasi. Sedangkan dari tujuh pelaku lainnya, polisi berhasil mengamankan 8,87 gram sabu yang sudah dikemas ke dalam puluhan paket sabu.

“Jadi untuk total keseluruhan barang bukti yang kami amankan dari 8 tersangka ini berupa sabu 37,47 gram sabu-sabu dan 12 butir pil ekstasi. Khusus untuk tersangka WT (Windu Triyogi) merupakan sel jaringan dari hasil tangkapan sebelumnya,” ujar Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin.

Baca juga:

Kapolresta Arman menambahkan, peredaran pil koplo sediaan farmasi masih menjadi atensi pihak kepolisian. Karena hingga saat ini pil tersebut masih sering disalahgunakan oleh kalangan pelajar untuk mabuk-mabukan. Akibat pengaruh dari pil koplo yang dikonsumsi dapat memicu aksi kejahatan, dan aksi kriminal lainnya.

“Selain itu, kami juga berhasil mengamankan 19 ribu butir pil koplo jenis trilhexpenidyl yang siap diedarkan di kalangan pelajar untuk mabuk-mabukan. Ini yang menjadi biang aksi kejahatan,” tambah Kapolresta.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal berbeda-beda. Khusus tersangka kasus peredaran pil koplo dijerat dengan Pasal 197 dan 196 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Sedangkan pengedar sabu dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Untuk yang narkotika, ancaman hukumannya minimal 5 tahun kurungan penjara dan maksimal hukuman mati,” pungkas Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin. (ful)