Satreskoba Polresta Banyuwangi Gagalkan Peredaran 90 Gram Sabu 

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49202734988_13a6c14174_b.jpg

Banyuwangi, ArahJatim.com – Perang terhadap penyalahgunaan narkoba terus digencarkan. Dalam kurun waktu empat bulan terakhir, Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polresta Banyuwangi berhasil meringkus lima tersangka dalam beberapa kasus kepemilikan dan peredaran narkoba, Rabu (11/12/2019) siang.

Kelima tersangka seluruhnya warga Banyuwangi berinisial RK (34), EAS (38), DPS (27), FR (35), dan AH (30) diduga sebagai sindikat narkoba. Mereka ditangkap di sejumlah lokasi berbeda di wilayah Banyuwangi. Berdasarkan catatan polisi, satu tersangka merupakan residivis dalam kasus yang sama.

Tersangka mengaku nekat menjadi pengedar narkoba untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Baru dua bulan ini Pak bekerja jualan sabu. Pelanggan saya 6 sampai 10 orang, rata-rata mereka membeli setengah gram seharga 750 ribu. Saya belinya per satu gran seharga 1.3 juta. Jadi per satu gramnya saya dapat untung sekitar 250 ribu bahkan lebih,” ungkap FR, salah satu pelaku di hadapan Kapolresta Banyuwangi.

Baca juga:

Selain itu, polisi juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti berupa 61 paket sabu dengan berat 90,3 gram, 42.100 butir pil koplo atau pil trex, tiga unit sepeda motor, satu buah timbangan elektrik, enam unit handpone, dan uang tunai senilai Rp 2,7 juta rupiah hasil penjualan sabu serta pil koplo.

“Penangkapan ini hasil dari kerja keras Tim Satreskoba Polresta Banyuwangi sejak Agustus lalu. Ini berkat adanya keresahan dan laporan dari masyarakat yang tidak bisa kami sebutkan namanya. Berdasar laporan itu kita lakukan pemetaan jaringan, penyidikan dan sampai hari ini, ada lima tersangka kami amankan,” kata Kapolresta Banyuwangi, AKBP Arman Asmara Syarifuddin dalam press rilis di hadapan wartawan termasuk Arahjatim.com.

Akibat perbuatannya, kelima pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 subsider 112 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009, serta Pasal 196/ 197 Undang-undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

“Kasus narkoba ini tak berhenti di sini, pasti ada aktor intelektual di balik peredaran narkoba maupun pil trek ini. Tim Satreskoba masih terus mendalami kasus ini untuk menangkap pelaku-pelaku lainnya,” pungkas mantan Wadir Reskrimsus Polda Jawa Timur. (ful)