Pamekasan, ArahJatim.com – Guna melestarikan dan memupuk kecintaan pada warisan leluhur serta memajukan Batik Pamekasan, Pemkab Pamekasan menghelat acara Kemilau Batik Pamekasan di lapangan Pendopo Mandhepa Agung Ronggo Sukowati, Rabu(23/10/2019). Acara dibuka dengan penampilan tari Songsong Senom (tari selamat datang) yang diiringi musik tradisional Ol Daol.
Ikut menghadiri acara tersebut, Kepala Disperindag Jawa Timur, Bakorwil 4 Pamekasan, Sekretariat Daerah beserta pimpinan OPD (Organisasi Pimpinan Daerah), Ketua Tim Penggerak PKK, Kepala Dinas Provinsi Jatim, Ketua APBI (Asosiasi Pengrajin Batik Indonesia, para pengrajin batik Pamekasan dan Indonesia. Turut hadir pula tamu kehormatan, Ibunda Gusti Putri Gusti Kanjeng Bendoro Raden Ayu Adipati, istri dari Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam sambutannya Bupati Pamekasan Badrut Tammam mengucapkan selamat atas terselenggaranya acara Kemilau Batik Pamekasan dan peresmian Kerudung Batik Pamekasan ini.
“Kami harap dengan diadakannya acara ini bisa semakin memajukan batik Pamekasan di segala aspek dan selamat atas diresmikannya Kerudung Batik Pamekasan,” ungkap Bupati via videotron.
Baca juga:
- Pecinta Batik Asal Yogyakarta Sharing Pengembangan Batik Dengan Pengrajin Banyuwangi.
- Ratusan Pengrajin Batik Jawa Timur Ikuti Jambore Batik Di Banyuwangi.
- Angkat Batik Kabupaten Kediri Melalui Pemilihan Putra-Putri Batik 2019.
Sementara itu Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e berharap, batik semakin berkembang dan makin dicintai masyarakat luas.
“Semoga batik semakin berkembang dan semakin dicintai oleh semua golongan masyarakat luas. Serta semakin berinovasi dalam mengkombinasikan batik dengan segala model pakaian. Batik adalah warisan agung para leluhur bangsa Indonesia. Banyak pesona tentang kehidupan kita sehari-hari tergambar dalam corak dan motifnya,” ujar Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e.
Batik-batik unggulan yang ditampilkan dalam acara tersebut adalah hasil karya para pengrajin batik dari tiga kecamatan sentra batik, yaitu Kecamatan Proppo, Kecamatan Pegantenan, dan Kecamatan Palenga’an.
Acara ini juga dimeriahkan dengan lomba foto yang diikuti para fotografer dari Jakarta, Solo, Bandung, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Kalimantan. (ndra)










