Dipulangkan dari Malaysia, Dua PMI Asal Banyuwangi Ini Langsung Di-Rapid Test

oleh -

Banyuwangi, ArahJatim.com – Kantor Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Banyuwangi melakukan rapid test terhadap dua orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru saja pulang dari Malaysia.

Kedatangan dua orang PMI berjenis kelamin perempuan dan laki-laki warga Kecamatan Tegalsari dan Muncar langsung disambut petugas berpakaian hazmat untuk mengkur suhu tubuh mereka dengan thermo dan dilakukan rapid test.

Menurut keterangan Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin yang juga Wakil Ketua Gusus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Banyuwangi, kedua PMI ini dipulangkan oleh Pemerintah Malaysia karena tidak memiliki kelengkapan dokumen ketenagakerjaan (ilegal).

Keduanya dipulangkan melalui Jakarta kemudian ke Surabaya dan langsung ke Banyuwangi. Hasil rapid test kedua PMI tersebut negatif, dan langsung dipulangkan ke desa masing-masing untuk menjalani isolasi mandiri.

“Sesuai prosedur mereka harus dirapid test terlebih dahulu, meski sudah dirapid test di Jakarta dan Surabaya. Karena mereka datang dari zona merah, maka dari itu wajib dirapid test lagi. (Meskipun) hasilnya negatif, tetapi mereka wajib melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Kami minta kepada masyarakat tidak melakukan diskriminasi dan penolakan terhadap mereka,” ujar Kapolresta, Jumat (17/4/2020).

Sementara itu, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Banyuwangi, M Iqbal menuturkan, pemerintah Malaysia mendeportasi enam  orang WNI, dua diantaranya warga Banyuwangi. Sejak Januari hingga saat ini sudah ada 29 PMI asal Banyuwangi yang dipulangkan.

Diperkirakan kedatangan PMI asal Indonesia akan terus berlanjut. Pihaknya akan terus membantu pemulangan mereka hingga sampai rumah masing-masing, dan wajib melakukan isolasi mandiri.

“Semua PMI negatif. Total ada 27 ditambah 2 orang ini menjadi 29 orang. Kedatangan mereka tidak langsung serentak tapi secara bertahap,” ujar M. Iqbal. (ful)