Calo Dan Oknum PNS Dispendukcapil Blitar Terjaring OTT

by -
Para terduga pelaku praktek percaloan di Kantor Dispendukcapil saat akan digelandang ke Mapolres Blitar. (Foto: arahjatim.com/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Dua orang calo dan satu oknum PNS terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Tim Saber Pungli Polres Blitar, dari Kantor Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Blitar. Tim Saber pungli ini mengamankan tiga orang , masing-masing Sunarji (50) dan Sukartiningsih (24) yang merupakan calo serta seorang oknum PNS Kepala Seksi Pencataan kelahiran berinisial SI.

Kapolres Blitar AKBP Slamet Waloya mengatakan, setelah terjaring OTT ketiga orang yang diduga melakukan praktek percaloan itu langsung diamankan di Mapolres Blitar untuk diperiksa.

“Modus para pelaku ini, mereka menerima uang untuk mempercepat proses pengurusan e-KTP tanpa harus mengantre dan menunggu lama dengan meminta imbalan sejumlah uang. Padahal pengurusan e-KTP sesuai prosedur tidak dipungut biaya sama sekali.” terang AKBP Slamet Waloya.

Dari tangan para terduga, polisi menyita sejumlah barang bukti, diantaranya uang tunai sebesar Rp 750 ribu, sejumlah dokumen, serta telepon genggam milik ketiganya.

Baca Juga :

Terkait OTT tersebut Kepala Dispendukcapil Kabupaten Blitar Eko Budi Winarso membantah adanya praktek percaloan di kantornya. Ia menegaskan pelayanan yang dilakukan petugas selalu sesuai dengan prosedur. Namun jika terbukti ada stafnya yang melakukan tindakan percaloan ia menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum.

“Tidak ada antrean lewat belakang, semua nomor antrean sesuai dengan yang disediakan petugas. Pengurusan semuanya juga harus melewati tahapan-tahapan yang berlaku. Namun jika memang ada petugas nakal silahkan saja ditindak sesuai aturan yang berlaku,” ungkap Eko Budi Winarso.

Sementara salah seorang warga yang mengurus data kependudukan, Harianto membenarkan adanya praktek percaloan di Kantor Dispendukcapil. Ia sendiri mengurus e-KTP namun tidak kunjung jadi. Sementara tetangganya yang mengurus e-KTP melalui calo langsung jadi dalam waktu 3 hari.

“Tetangga saya dimintai 150 (ribu rupiah) per orang untuk pengurusan kependudukan, dan tiga hari sudah jadi. Sedangkan saya yang tidak membayar, enam bulan tidak kunjung jadi.” aku Harianto. (mua)