BMKG : Waspadai Angin Kencang Dan Gelombang Tinggi Di Selat Bali Dan Laut Selatan Banyuwangi

by -
https://live.staticflickr.com/65535/47062091454_6f8556d017_b.jpg
Memasuki peralihan musim, BMKG memperingatkan para pengguna jasa pelayaran dan nelayan di perairan Selat Bali dan laut selatan Banyuwangi untuk mewaspadai potensi angin kencang dan gelombang tinggi yang sewaktu-waktu bisa terjadi. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, Arahjatim.com – Memasuki peralihan musim, wilayah perairan Selat Bali dan laut selatan Banyuwangi, sering kali dilanda cuaca buruk sejak beberapa hari lalu. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi meminta kepada pengguna jasa pelayaran dan nelayan untuk mewaspadai potensi angin kencang dan gelombang tinggi yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Diprediksi cuaca buruk akan terus berlangsung hingga beberapa hari ke depan. BMKG menyebut, cuaca buruk disebabkan adanya peralihan musim penghujan ke musim kemarau membuat tingginya pertumbuhan awan cumulonimbus (CB) di atas perairan Selat Bali.

”Awan CB inilah yang kemudian memicu cuaca buruk di Selat Bali. Umumnya cuaca saat siang hari masih cerah berawan. Namun, saat malam hari kondisinya bisa berubah menjadi berawan dan hujan sehingga memicu terjadinya angin kencang disertai gelombang tinggi. Tinggi gelombang di Selat Bali kalau sedang normal berada di angka 0,3 meter – 1,3 meter. Tapi kalau terjadi cuaca buruk, tinggi gelombang maksimal bisa mencapai 2 kali lipat dari biasanya,” jelas Mardani Reksa Gumintar, prakirawan BMKG Banyuwangi kepada sejumlah media termasuk ArahJatim.com, Selasa (14/5/2019) sore.

Menghadapi cuaca buruk di perairan Selat Bali, pihak Syahbandar Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk terus meningkatkan kewaspadaan. Pihak Syahbandar juga mengimbau kepada seluruh operator kapal untuk berhati-hati menghadapi kencangnya angin disertai gelombang tinggi.

Dengan kondisi tersebut, pihak Syahbandar sewaktu-waktu akan memberlakukan sistem buka tutup aktivitas penyeberangan.

Sementara itu, tidak hanya di perairan Selat Bali yang mendapatkan peringatan. BMKG juga mengeluarkan peringatan dini akan adanya bahaya gelombang tinggi di laut selatan. Saat ini tinggi gelombang di laut selatan tercatat bisa mencapai 2,5 meter lebih. Tingginya gelombang tinggi di laut selatan ini lebih disebabkan adanya peralihan musim penghujan ke musim kemarau.

”Masyarakat nelayan utamanya harus waspada saat melaut. Saat peralihan musim seperti ini cuaca memang sedang ekstrim,” pungkas Mardani Reksa Guminta. (ful)