Inilah Alasan Ratusan Warga Kediri Tiap Malam Gelar Salat Tahajud Berjemaah

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/47851727431_019db0d533_b.jpg
Demi mengharap berkah, ratusan warga Kabupaten Kediri melakukan salat tahajud berjemaah hampir setiap malam, selama bulan suci Ramadan. (Foto: arahjatim.com/bud)

Kediri, ArahJatim.com – Mengharap berkah Bulan  Ramadan, ratusan umat Islam warga Kabupaten Kediri menggelar salat tahajud berjemaah hampir tiap malam, selama bulan suci Ramadan.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Tim Pertimbangan Percepatan Pembangunan Kabupaten Kediri ini digelar di sejumlah desa di seluruh Kecamatan di Kabupaten Kediri selama bulan suci  Ramadan.

Seperti yang diutarakan oleh Ketua TP3 Kabupaten Kediri, Sutrisno kepada wartawan. Menurut Sutrisno, kegiatan salat tahajud atau salat malam sebenarnya telah menjadi kegiatan rutin di Kabupaten Kediri selama lebih dari 10 tahun. Namun pada bulan suci  Ramadan, semakin banyak warga masyarakat yang tertarik dan bersemangat menggelar salat tahajud.

“Ini sebenarnya kegiatan salat tahajud dan salat malam sudah dilakukan rutin selama 10 tahun lebih di seluruh desa dan kecamatan, namun pada bulan  Ramadan, warga semakin semangat mengelar salat tahajud,” ucap Sutrisno, Senin (13/5/2019).

Kegiatan salat tahajud sendiri selalu dihadiri lebih dari 200 orang warga, dan di bulan suci  Ramadan jemaah mencapai 500 orang.

Kegiatan yang digelar tiga kali dalam seminggu di seluruh Kabupaten Kediri ini biasanya dimulai sejak pukul 01.00 wib dini hari. Dimulai dengan salat tahajud, dan sejumlah salat malam. salat tasbih, salat taubat, salat hajat hingga salat subuh.

Khusus diwaktu bulan  Ramadan, ada kegiatan makan sahur bersama, untuk kemudian ditutup dengan salat subuh.

“Salat tahajud, doa bersama dan salat subuh berjemaah ini dilakukan dengan tujuan untuk bermunajat bersama agar bangsa Indonesia senantiasa rukun, damai dan dalam lindungan Allah SWT,” imbuh Sutrisno.

Munawar (45) salah seorang warga peserta salat tahajud mengaku kegiatan salat malam ini sengaja ia ikuti bersama dengan istri dan kedua anaknya di bulan suci  Ramadan tidak lain karena ingin mendapatkan limpahan rahmat dan berkah di bulan suci  Ramadan.

“Saya sengaja ingin mendapat berkah dan limpahan rahmat keutamaan di bulan  Ramadan ini. Saya biasa salat malam ikut berkelilimg desa bersama keluarga jika tidak ada halangan,” ucap Munawar. (Bud)