Kediri, ArahJatim.com – Semarak pembukaan Karya Kreatif Mataraman (KKM) 2025 di Balai Kota Kediri, Jumat malam (20/6/2025), menjadi bukti nyata sinergi kuat antara Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Kediri dalam mendukung pertumbuhan UMKM dan pelestarian budaya lokal.
Hadir dalam pembukaan acara ini sejumlah tokoh penting, di antaranya Wali Kota Kediri Mbak Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota Kediri, Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Iqbal Reza Nugraha, Kepala OJK Kediri Ismi Putri, Kepala Bea Cukai Kediri Hardiyatno, Ketua PCNU Kota Kediri KH. Abu Bakar, jajaran pimpinan perbankan, OPD, dan para pelaku UMKM dari 13 kabupaten/kota eks-Karesidenan Kediri dan Madiun.
Dalam sambutannya, Kepala KPw BI Kediri Yayat Cadarajat menyampaikan bahwa KKM 2025 adalah bagian dari strategi nasional dalam mendukung Gerakan Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia.
“Kegiatan ini kami hadirkan sebagai bentuk komitmen memperkuat sinergi dan digitalisasi, guna mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus pelestarian budaya yang berkelanjutan,”ujar Yayat.
Sinergi untuk UMKM Naik Kelas
KKM 2025 mengangkat tema “Perkuat Sinergi dan Digitalisasi, Merajut Ekonomi dan Budaya Berkelanjutan.” Acara ini menghadirkan pameran UMKM unggulan dari berbagai sektor seperti wastra, kriya, kopi, teh, ketahanan pangan, hingga kuliner khas daerah. Sebanyak 80 UMKM berpartisipasi, mencerminkan semangat kolaborasi lintas sektor dan wilayah.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga diramaikan dengan parade wastra Mataraman, talkshow digital dan sustainable business, business matching, lomba memasak, mendongeng cinta rupiah untuk pelajar, hingga voice competition bagi masyarakat umum.
Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong UMKM naik kelas melalui korporatisasi, peningkatan kapasitas, dan perluasan akses pembiayaan. Fokus utama diarahkan pada pengembangan UMKM berbasis ekspor dan pendukung pariwisata.
“UMKM bukan sekadar pilar ekonomi, mereka adalah wajah budaya bangsa. Kain tradisional, kriya, kopi, makanan olahan, semuanya mengandung nilai budaya yang bisa mendunia,” tambah Yayat.
Pemkot Apresiasi BI: UMKM Kediri Semakin Mendunia
Wali Kota Kediri Mbak Vinanda Prameswati dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas konsistensinya menyelenggarakan event yang penuh inspirasi ini.
“KKM bukan hanya panggung UMKM, tapi juga ruang merayakan kekayaan budaya lokal dan mendorong ekosistem ekonomi digital. Tahun ini terasa lebih spesial karena digelar selama tiga hari dan dikemas semakin meriah,” ujar Vinanda.
Ia juga menyampaikan bahwa banyak UMKM Kota Kediri yang telah didampingi Bank Indonesia berhasil naik kelas hingga tembus pasar ekspor.
“Sepertinya, pencapaian tertinggi UMKM adalah bisa digandeng Bank Indonesia,”katanya disambut tepuk tangan meriah hadirin.
Vinanda menegaskan sinergi BI dengan Pemkot Kediri sejalan dengan visi Kota Kediri Mapan: Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangenin. Hal ini diwujudkan melalui berbagai program dukungan UMKM seperti bantuan modal, pelatihan digitalisasi, sertifikasi halal, branding, dan pembukaan akses pasar.
Digitalisasi dan Ekonomi Inklusif
KKM 2025 menjadi wujud nyata transformasi UMKM ke arah praktik bisnis yang berkelanjutan dan inklusif. Lewat digitalisasi sistem pembayaran seperti QRIS dan e-payment, UMKM diarahkan untuk lebih adaptif di era teknologi sekaligus tetap menjaga kearifan lokal.
Sebagai bagian dari road to Karya Kreatif Indonesia (KKI) dan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia 2025, KKM turut mendorong penguatan ekonomi hijau dan literasi keuangan yang inklusif bagi UMKM di Kediri Raya.
“Melalui KKM ini, mari kita dukung UMKM lokal agar semakin tangguh dan mendunia,” tutup Yayat Cadarajat. (das)










