Belasan Rumah Rusak Disapu Angin Kencang di Pamekasan

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49365401232_b6d57d6fff_b.jpg
Petugas gabungan dari BPBD Pemkab Pamekasan, TNI dan Polri melakukan pendataan serta membantu melakukan pembersihan material yang berserakan. (Foto: arahjatim.com/ndra)

Pamekasan, ArahJatim.com – Memasuki pergantian musim, masyarakat Pamekasan harus makin mewaspadai kondisi cuaca akhir-akhir ini. Bencana banjir, longsor dan angin kencang mengintai warga kapan saja. Seperti terjadi Jumat (10/1/2020) sore kemarin, belasan bangunan rusak disapu angin kencang yang disertai hujan deras.

Sedikitnya 13 bangunan yang terdiri dari 11 rumah, satu bangunan pasar desa serta satu bangunan Polindes (Pondok Bersalin Desa) mengalami rusak ringan hingga rusak parah di Desa Lancar dan Desa Montok, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan.

Baca juga:

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp 150 juta.

Supervisor Pusdal Ops PB BPBD Pamekasan, Budi Cahyono mengatakan, petugas gabungan dari BPBD Pemkab Pamekasan, TNI dan Polri langsung menuju lokasi bencana untuk membantu membersihkan puing-puing bangunan yang rusak.

“Posko terpadu mendapatkan laporan dan segera bertindak cepat menuju lokasi. TRC BPBD Pamekasan, TNI, Polri, Tagana, FRPB, RAPI melakukan pendataan serta membantu melakukan pembersihan material yang berserakan. Dan di lapangan sudah ada rekan-rekan kita dari Koramil Larangan dan Polsek Larangan termasuk Kapolsek Larangan yang sudah berada di TKP,” ujar Budi Cahyono.

“Untuk perkembangan lebih lanjutnya akan diupdate besok apabila ada laporan tambahan,” pungkas Budi.

Sebelumnya, hujan deras disertai angin kencang juga melanda Kabupaten Pamekasan, Minggu (5/1/2020) sore. Enam rumah warga di Desa Branta Tinggi, Desa Larangan Tokol, Desa Buddih, Desa Jarin, Palengaan dan Kelurahan Kangenan rusak disapu angin, serta dua tiang listrik roboh di Pademawu.

Dua hari kemudian, Selasa (7/1/2020), giliran Desa Pademawu Barat diguyur hujan lebat disertai angin kencang, akibatnya sebatang pohon jati berukuran besar tumbang menimpa kabel listrik dan menutup akses jalan antarkabupaten. (ndra)