Seekor Rusa Arungi Selat Bali Hingga Terdampar Di Banyuwangi

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49483850956_a59b13ff49_b.jpg
Karena ketakutan dimangsa predator (anjing liar) rusa ini nekat mengarungi Selat Bali hingga akhirnya terdampar di Pantai Grand Watu Dodol. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Seekor rusa betina dari Taman Nasional Bali Barat (TNBB) harus bersusah payah mengarungi perairan Selat Bali. Hewan dilindungi tersebut tampak ketakutan diduga dikejar oleh predator jenis anjing hutan yang akan memangsanya. Setelah berenang sejauh 1 mil lebih, rusa itu akhirnya terdampar di kawasan wisata Pantai Grand Watudodol (GWD) Banyuwangi, Senin (3/2/2020) siang.

Tiba di daratan, rusa itu bukannya menenangkan diri, melainkan malah berontak kebingungan. Rusa berlari ke sana kemari hingga menabrak sebuah pagar besi. Akibat benturan tersebut, membuat hewan itu terluka di bagian dahi, mulut dan kakinya, hingga terkulai lemas tak berdaya menahan kesakitan.

Melihat kondisi tersebut, nelayan setempat yang kebetulan melihat langsung mengevakuasi satwa dilindungi itu untuk diungsikan ke tempat yang lebih aman dan dilaporkan ke pihak Satpolair Polresta Banyuwangi. Lantaran kondisinya lemah, rusa malang itu ditandu menuju perahu untuk dikembalikan ke habitatnya menggunakan speed boat agar mendapat penanganan dari pihak Taman Nasional Bali Barat.

Baca juga:

“Iya rusa ditemukan nelayan berenang dari tengah laut dan menepi di Watudodol. Setelah berkoordinasi dengan pihak BKSDA dan petugas Taman Nasional Bali Barat, hewan dilindungi ini kami antar bersama nelayan kembali ke habitatnya menggunakan speed boat, biar rusanya segera ditangani yang berwenang,” ujar AKP Sudarsono, Kasat Polair Polresta Banyuwangi didampingi Wakasat Pol Air, AKP Mas Arjaka.

Sebelum dilepasliarkan ke alam bebas, rencananya rusa yang diperkirakan berumur lima tahun itu akan diserahkan kepada dokter hewan terlebih dahulu untuk diberi pengobatan agar lukanya bisa sembuh total. Dari keterangan Polisi Hutan (Polhut) TNBB, Rusa betina itu terdampar di Banyuwangi karena ketakutan dikejar-kejar kawanan predator jenis anjing liar yang seringkali memangsa rusa.

Petugas kepolisian dari Satpolair Polresta Banyuwangi bersama nelayan mengantar rusa ini kembali ke habitatnya di Taman Nasional Bali Barat di Pulau Menjangan, Bali Barat. (Foto: arahjatim.com/ful)

“Tadi rusanya itu setelah mendarat langsung menuju kebun terongan. Terus, karena takut banyak manusia, rusanya lari ke utara. Dan akhirnya berhenti setelah menabrak pagar, kepalanya terjepit. Langsung kami evakuasi biar selamat karena ini hewan dilindungi, kami langsung kontak petugas yang berwenang,” kata Abdul Azis, Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas Wisata GWD.

Dari data polisi pengawas hutan, populasi hewan rusa di TNBB saat ini sudah mencapai ratusan ekor. Kawanan Rusa tersebut memang sehari-harinya banyak menghabiskan waktu di tepi pantai berpasir putih untuk sekedar bermain. Selain karena kejaran predator, hewan dilindungi itu juga banyak yang terseret ke tengah laut dihantam ombak saat mereka bermain di tepi pantai.

“Untuk populasinya ada 300 ekor di sini. Sebelumnya kita juga menemukan seekor rusa yang terombang ambing di tengah laut setelah dikejar anjing, tapi berhasil kita selamatkan,” tegas petugas TNBB, Gede Paramita Botol kepada sejumlah wartawan di Pantai Pulau Menjangan, Bali Barat. (ful)