Serunya Melihat Ritual Fang Sheng Atau Pelepasliaran Anak Penyu Ke Habitatnya

oleh -
oleh
https://live.staticflickr.com/65535/48348600002_78d3eb9fb7_b.jpg

Banyuwangi, Arahjatim.com – Ratusan umat Tri Dharma dan Buddha bersama komunitas pecinta penyu berkumpul di Pantai Ketapang Indah, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro Banyuwangi. Mereka menggelar ritual Fang Sheng dengan melepas anak Penyu (Tukik) dalam rangka perayaan ulang tahun yayasan nirlaba yang peduli dengan konservasi penyu, Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF), Minggu (21/9/2019) sore.

Sebelum pelepasliaran tukik, ratusan umat Tri Dharma dan Buddha menggelar ritual yaitu doa bersama di pinggir pantai dipimpin, Bante dari Vihara Darma Harja Banyuwangi, Teja Punyo Mahatera dengan tujuan agar ribuan tukik yang dilepas akan selamat dan bahagia melanjutkan hidup di alam bebas. Usai ritual, para umat berjajar di pinggir pantai sambil memegang mangkok berisi tukik yang siap dilepasliarkan di Selat Bali secara serentak.

Baca juga:

pasang iklan_rev3

Pelepasan mahluk hidup berupa, penyu, burung atau mahkuk hidup lainnya dalam Buddha Dharma (ajaran Buddha) disebut sebagai Fang Sheng. Fang Sheng berasal dari bahasa Mandarin. Fang berarti melepas dan Sheng menunjuk pada makhluk hidup.

“Fang Sheng pengertianya melepaskan makhluk hidup ke habitatnya masing-masing agar mereka mereguk kembali kehidupan alam yang bebas dan bahagia,” ujar Hadi Santoso salah seorang umat Tri Dharma kepada para wartawan.

Sementara itu, Bante dari Vihara Darma Harja Banyuwangi, Teja Punyo Mahatera mengatakan, Fang Sheng sendiri memiliki filosofi saling tolong-menolong dalam kehidupan manusia. Setiap mahkluk hidup pasti merasakan penderitaan. Untuk menghapus penderitaan tersebut diperlukan pertolongan makhluk lain.

“Sama seperti halnya kehidupan manusia memerlukan bantuan orang lain. Makhluk hidup pun sama juga membutuhkan pertolongan. Seperti penyu itu akan terancam punah dan itu membutuhkan makhluk yang melindungi yakni manusia,” ujarnya.

Usai melaksanakan ritual, umat Buddha berjajar di pinggir pantai sambil memegang mangkok berisi tukik yang siap dilepasliarkan di Selat Bali secara serentak. (Foto: arahjatim.com/ful)

Semangat Fang Sheng dalam ajaran Buddha Dharma adalah sangat menghargai kehidupan. Setiap makhluk hidup sekecil apapun adalah sama berharganya dengan diri kita. Buddha Dharma mengajarkan bahwa tidak ada seorangpun yang berhak mengakhiri kehidupan makhluk lain dengan alasan apapun.

“Siapapun yang peduli mahkluk lain dan membantu orang lain sama saja mengasihi diri sendiri menciptakan kedamaian dan kebahagiaan,” tambah pria yang juga wakil pembina biksu di wilayah Jatim Sanggar Terawati Indonesia.

Sementara itu, Pembina yayasan penyu Banyuwangi sea turtle fundantion (BSTF), Wiyanto Haditanojo mengatakan, Fang Sheng massal digelar bersamaan dengan ulang tahun ke-8 BSTF. Sebanyak 1250 ekor tukik yang dilepasliarkan merupakan penyu lekang, yang habitatnya kebanyakan berada di Selat Bali.

“Kita ajak umat Tri Dharma dan Buddha ikut serta dalam ajang ini. Mereka memiliki ritual yang tujuannya sama dengan kami yakni melestarikan makhluk hidup khususnya penyu,” pungkasnya. (ful)

No More Posts Available.

No more pages to load.