Lumajang, ArahJatim.com – Lawatan Direktur Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia, Hilmar Farid ke Rest Area Gunung Lemongan, Desa Papringan, Lumajang disambut baik oleh Ketua Laskar Hijau, A’ak Abdullah Al-Kudus di sela kesibukannya pada Selasa (4/7).
Kedatangan pria yang akrab disapa Fay itu tak lain ingin mengunjungi dan melihat langsung gerakan konservasi lingkungan di Gunung Lemongan.
“Saya sudah lama ingin berkunjung ke sini (Rest Area Gunung Lemongan), tapi baru kesampaian sekarang,” kata Fay.
Menurut pria yang suka jogging ini, gerakan konservasi lingkungan yang dilakukan oleh Laskar Hijau sejak tahun 2008 ini perlu dicontoh dan diapresiasi. Karena gerakannya berbasis pada kearifan lokal. Bahkan para relawannya pun berasal dari anak-anak muda di desa-desa sekitar Gunung Lemongan.
Selama ini Laskar Hijau sering menggunakan ruang seni budaya untuk mengajak masyarakat peduli terhadap lingkungan, antara lain
Event Maulid Hijau, Kenduri Pohon, Kemah Keadilan Iklim. Bahkan group musik Slank pernah secara khusus ke Gunung Lemongan untuk menanam pohon bersama Laskar Hijau.
“Dalam melaksanakan gerakannya, Laskar Hijau ini sangat konsisten dan berakar kuat pada tradisi lokal,” kata Hilmar Farid.
Sementara itu A’ak Abdullah Al-Kudus mengaku senang dengan kunjungan ini karena akan ada ruang pertemuan yang semakin luas antara pelestarian lingkungan dengan kebudayaan.
Bagi A’ak dan Laskar Hijau, pelestarian lingkungan tidak bisa dipisahkan dari kebudayaan bahkan dari agama, karena keduanya sama-sama mengajarkan itu. Tradisi nusantara sangat mementingkan pelestarian lingkungan, begitupun dengan agama-agama yang dianut oleh masyarakat di Indonesia.
“Melestarikan lingkungan adalah juga melestarikan budaya dan sekaligus melaksanakan ajaran agama,” tegas A’ak.
Kunjungan yang berlangsung santai dan penuh keakraban ini diakhiri dengan makan siang di Rest Area Gunung Lemongan dengan menu lokal seperti nasi jagung, sayur pakis, jonggolan dan kelor, juga ikan Nila dari Ranu Klakah.










