Kediri, ArahJatim.com – Panggung sepak bola Kediri berselimut haru. Persik Kediri secara resmi mengumumkan perpisahan dengan salah satu putra daerah terbaiknya, Faris Aditama. Kompetisi Liga Super musim 2025/2026 dipastikan menjadi lembaran terakhir kebersamaan penuh emosional antara klub berjuluk Macan Putih tersebut dengan sang pemain.
Keputusan ini menandai berakhirnya pengabdian luar biasa Faris yang telah menghabiskan total 11 musim di Stadion Brawijaya. Catatan loyalitas tanpa batas ini menyamai rekor sang legenda abadi Persik Kediri lainnya, Harianto.
Mentor Terbaik di Dalam dan Luar Lapangan
Bagi publik Kediri, kepergian Faris bukan sekadar kehilangan seorang gelandang lincah di sisi sayap, melainkan kehilangan sosok pemimpin karismatik. Manajer Tim Persik Kediri, Rachmad Tri Kuncara, menegaskan bahwa pengaruh pemain kelahiran 1988 ini jauh menembus batas lapangan hijau.
”Faris Aditama merupakan sosok pemain yang tidak hanya menjadi panutan, tapi juga teladan baik di dalam ataupun luar lapangan. Banyak pemain muda yang bergabung di Persik Kediri menjadikan sosok Faris Aditama sebagai seorang mentor dalam segi teknis dan sikap,” ungkap Rachmad Tri Kuncara dengan nada bangga.
Romantisme Dua Periode dan Misi Kebangkitan Liga 2
Kisah cinta Faris dan Persik Kediri terbagi dalam dua periode emas yang sarat perjuangan. Jilid pertama masa baktinya dimulai pada medio 2010 hingga 2015, di mana ia yang kala itu masih berusia muda menjadi pilar penting saat Macan Putih mengarungi kerasnya kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2014/2015.
Setelah sempat merantau ke beberapa klub tanah air, panggilan jiwa membawa pemain asli Kediri ini “pulang ke rumah” pada musim 2018/2019. Saat itu, Persik baru saja merangkak naik ke Liga 2.
Kepulangan Faris menjadi kepingan takdir yang sempurna. Kehadirannya menyuntikkan energi luar biasa hingga akhirnya Persik Kediri sukses meraih gelar juara Liga 2 dan berhak promosi kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Di awal masa kebangkitan di Liga 1 itulah, ban kapten setia melingkar di lengannya sebagai simbol kepemimpinan tertinggi.
Angka Cantik sang Pemilik Nomor 13
Selama mengenakan jersi kebanggaan Persik Kediri, pemain yang identik dengan nomor punggung 13 ini telah membukukan catatan performa yang luar biasa:
- 111 total penampilan resmi di berbagai ajang kompetisi tanah air.
- 9 gol dan 6 assist menjadi bukti nyata kontribusi besarnya di lini serang.
- Konsistensi emas dari musim 2019/2020 hingga 2023/2024, di mana ia tidak pernah absen mencetak gol di setiap musimnya.
Salah satu golnya yang paling diingat publik terjadi pada pekan ke-33 musim 2023/2024. Sepakan dramatis Faris sempat membawa Persik unggul 4-3 atas PSS Sleman, sebelum laga berakhir imbang dengan skor ketat 4-4. Meski pada musim 2024/2025 ia tidak mencetak gol, determinasinya tetap nyata lewat sumbangan 1 assist berharga.
Tempat Khusus di Hati Suporter
Sebuah klub besar dinilai dari cara mereka menghormati para pahlawannya. Manajemen Persik memastikan bahwa nama Faris Aditama telah dipahat dalam sejarah emas klub sebagai simbol loyalitas sejati.
”11 musim adalah waktu yang sangat panjang. Faris Aditama adalah salah satu simbol loyalitas, komitmen serta semangat dari seorang pemain. Nama Faris sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari sejarah emas Persik Kediri. Hanya klub legenda yang memiliki pemain legenda. Faris akan selalu memiliki tempat khusus di hati para suporter dan klub,” tutup Kuncara secara emosional.
Matur nuwun, Kapten! Legenda akan selalu abadi di Bumi Panjalu. (das)











