Akan Hadir Kembali, Banyuwangi Ethno Carnival 2019 Suguhkan Kejayaan Kerajaan Blambangan

by -
https://live.staticflickr.com/65535/48300360081_a0df98842c_b.jpg

Banyuwangi, ArahJatim.com – Banyuwangi bakal kembali menggelar karnaval kostum etnik megah Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) pada Sabtu, 27 Juli 2019. Even yang menjadi Top 10 Even nasional dan ditunggu banyak wisatawan ini bakal dibuka langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, Banyuwangi kembali menggelar BEC untuk kesembilan kalinya sebagai rangkaian Banyuwangi Festival 2019. Tahun ini, BEC mengangkat tema The Kingdom of Blambangan.

“Kami merancang BEC bukan sekedar festival. Ini adalah bentuk transformasi budaya tradisional ke dalam bentuk baru yang menarik untuk dinikmati. Kami bersyukur BEC mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat dengan menjadikannya TOP 10 even nasional dan akan dibuka langsung oleh Menpar,” kata Bupati Anas.

BEC adalah satu even besar dalam rangkaian Banyuwangi Festival yang selalu ditunggu-tunggu oleh wisatawan. Parade kolosal ini bakal menampilkan 120 kostum megah yang memvisualisasikan kisah kejayaan Kerajaan Blambangan dan kisah kemakmuran warganya.  Tema ini diangkat karena sarat akan momen historikal yang mewarnai terbentuknya Kabupaten Banyuwangi.

“Blambangan adalah sebuah kerajaan besar yang menjadi cikal bakal Banyuwangi. Lewat BEC penonton diajak menyelami akar tradisi, sejarah dan budaya dengan cara yang menyenangkan. Meskipun ditampilkan dalam kemasan modern namun nuansa etnik tradisional akan sangat kental,” ujar Bupati Anas.

Baca Juga :

BEC “The Kingdom of Blambangan” bakal dihiasi berbagai kostum extraganza. Karena, ratusan talent yang terlibat akan membawakan beragam kostum yang terbagi dalam 10 subtema yang mempresentasikan  kehidupan kerajaan. Ada yang jadi Raja Blambangan, putri, sapta menggala (dewan penasihat raja), kedhaton (keraton), Loh Pampang, kapal Jung, setinggil, hingga Pura Blambangan.

“Semua subtema menyiratkan sejarah, seperti Loh Pampang yang kini dikenal sebagai Muncar adalah  pelabuhan internasional pada zamannya yang disinggahi kapal dari banyak negara. Pura Blambangan, adalah pura Agung yang hingga kini menjadi situs keagamaan  bagi warga Hindu. Semua ini akan dikemas dalam kreasi kostum megah dan narasi yang menambah wawasan,” ujar Anas.

Kepala Dinas Pariwisata MY. Bramuda menambahkan BEC akan dilaksanakan pada 27 Juli  tepat pukul 12.00 WIB. BEC akan mengambil titik awal di Jl. Veteran Taman Blambangan dan berakhir di depan Stadion Diponegoro Jl. Jaksa Agung Suprapto.

“Pagelaran BEC akan dibuka dengan tari Gandrung Sewu dan fragmentasi sendratari yang menceritakan kejayaan Kerajaan Blambangan. Baru dilanjutkan dengan penampilan parade BEC. Para talen akan memamerkan kostum mereka dengan berjalan menyusuri rute sejauh 2,5 Km,” kata Bramuda.

Sebagaimana tahun lalu, konsep BEC tahun ini kembali menghadirkan 11 panggung, yakni satu panggung utama dan 10 panggung subtema yang masing-masing berjarak 150 meter. Setiap panggung subtema akan menjadi panggung atraksi bagi masing-masing talent subtema BEC.

“Jadi, penonton tidak perlu berjubel di panggung utama di Taman Blambangan karena sudah disediakan spot-spot panggung di sepanjang rute. Selain bisa melihat atraksi talen BEC, juga bakal dihibur oleh artis dan musisi lokal,” pungkas Bramuda. (adv.hms/ful)