Kediri, ArahJatim.com – Duka mendalam menyelimuti keluarga Nanik Mardiati Zarkasi di Jalan Yos Sudarso Desa Tulungrejo Pare Kediri. Beberapa kali Nanik menangis tersedu teringat anak dan dua cucunya yang baru tiga hari ditemuinya di Jakarta.
Kecelakaan menimpa pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang melakukan take off dari Bandara Sukarno Hatta Jakarta, pukul 14.40 WIB (Sabtu) siang kemarin, menuju Pontianak Kalimantan Barat, hilang kontak dan kemudian terjatuh di sekitar Pulau Lancang Kepulauan Seribu.
Salah satu penumpang pesawat itu adalah Rahmania Ekananda, bersama dua putrinya, Fazila Ammara 6 tahun dan putri keduanya Fathima Ashalina 2,5 tahun serta pengasuh anak Dinda Amelia.
Rahmania Ekananda, berencana hendak pulang ke Pontianak menyusul suaminya Kolonel Tek Ahmad Khaidir yang semula bertugas di Madiun, kemudian di Mabes Jakarta, dan saat ini bertugas di Pontianak, Kalimantan Barat.
Nanik terakhir kontak dengan Rahmania kemarin siang jam 14.00 ketika anaknya sudah berada di bandara karena pesawatnya delay.
Namun setelah pukul 16.00 ia mencoba kontak lagi dengan anaknya melalui telepon, namun handphone anaknya sudah tidak aktif. Ia lalu mencoba kontak dengan menantunya Ahmad Khaidir, namun dijawab oleh Ahmad Khaidir bahwa pesawat yang ditumpangi anaknya hilang kontak.
“Saya terakhir kontak saat anak saya di bandara dan menunggu pesawat karena delay, setelah itu anak saya tidak bisa dikontak lagi,” ujar Nanik.
Nanik Mardiati Zarkasi, ibu dari Rahmania Ekananda mengatakan, Rahmania terakhir pulang ke Tulungrejo Pare Kediri saat tahun baru 2020, atau satu tahun lalu. Sekitar tiga minggu Rahmania Ekananda dan kedua anaknya berada di rumah Tulungrejo Pare Kediri.
“Saya berharap keajaiban dari Allah SWT agar anak saya Rahmania dan kedua cucu segera diketemukan dalam keadaan selamat,” harapnya.
Seperti diketahui bahwa pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak dan dikabarkan jatuh di sekitar Pulau Laki, kemarin (9/1/2021) sore. (das)










