Cegah Dan Tanggulangi Intoleransi dan Radikalisme

oleh -
oleh

Blitar, ArahJatim.com – Pemerintah Kota Blitar menggelar diskusi “Mengupas Fenomena Intoleransi dan Radikalisme” Kamis (24/10/2019). Plt walikota Blitar Drs. Santoso membuka diskusi tersebut, yang mengupas strategi serta pola-pola pencegahan dan penanggulangan Intoleransi dan Radikalisme.

Sekitar seratus peserta dari tokoh agama, organisasi keagamaan, mahasiswa, akademisi, guru, ASN, jurnalis, takmir masjid serta pondok pesantren hadir dalam diskusi tersebut.

Sebagai narasumber KH. Syafruddin Syarif dari PWNU Jawa Timur, Kementerian Agama Kota Blitar, Kanzul Fatoni, Kasat Intel Polres Blitar, dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar.

pasang iklan_rev3

Dalam sambutannya, Plt Walikota Blitar Drs. Santoso mengatakan bahwa, Pemkot Blitar berusaha keras dalam menghilangkan paham radikalisme. Sebab Kota Blitar adalah Kota Proklamator, Bung Karno pendiri bangsa pernah tinggal di Blitar, yang seharusnya paham radikalisme tidak boleh ada di Kota Blitar.

“Kita harus memahamkan dulu seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, apa itu radikalisme. Setelah paham baru sama-sama mencegahnya agar tidak berkembang,” terang Santoso.

Santoso berharap, masyarakat tidak mudah tersusupi paham radikalisme. Apalagi ditengah pesatnya teknologi informasi melalui internet, perlu diwaspadai konten-kontennya. Karena jika salah mempelajari konten, dampaknya radikalisme dan intoleransi muncul di masyarakat.

“Hadir juga guru dan siswa. Kita ajak waspada salah satunya jangan mudah percaya mbah google dan youtube apalagi menggunakannya untuk belajar agama. Harus ada yang menuntun dan mengarahkan, sehingga mereka memperoleh kebenaran pelajaran yang dipelajari,” pungkas Santoso. (adv.hms)

No More Posts Available.

No more pages to load.